Showing posts with label KPK. Show all posts
Showing posts with label KPK. Show all posts

Tak Berani Usut Bunda Putri dan Sengman, KPK Diorder?



Jika KPK tak mengusut Bunda Putri dan Sengman maka sangat patut diduga kasus impor daging adalah pesanan.

Mengapa Bunda Putri dan Sengman patut diusut? Sebab alat bukti untuk keduanya sangat banyak.

Alat bukti itu adalah rekaman sadapan dan keterangan saksi di persidangan.

Tapi aneh bin ajaib, Bunda Putri dan Sengman tak pernah dipanggi KPK untuk dimintai keterangannya.

Fakta2 ini tentu saja makin menunjukkan kasus impor daging adalah pesanan.

Pertanyaannya, bolehkah penegakan hukum dilakukan berdasarkan pesanan?

Tentu saja tidak boleh. Sebab, penegakan hukum berdasarkan pesanan rawan rekayasa dan penyimpangan.

Rekayasa dan penyimpangan itu terjadi karena penyidik terbebani target yang ditetapkan pemberi order.

Rekayasa pun akan dilakukan demi memenuhi keinginan pemberi order. Mulai rekayasa halus, sampai kasar.

Salah satu contoh rekayasa halus adalah menggiring opini agar yang dijadikan target betul2 tak pantas dilindungi hak2nya.

Sehingga batas antara fakta dan interprestasi menjadi kabur. Setipis rambut dibelah tujuh.

Sedangkan rekayasa kasar adalah menghilangkan jejak peran mafia impor daging sesungguhnya dan menggantikannya dengan kambing hitam.

Kambing hitam ini dijebak sedemikian rupa agar menjadi seakan-akan pemeran utama mafia impor daging.

Pertanyaannya, apakah semua yang melakukan rekayasa itu sudah terlihat dalam kasus impor daging? Silahkan jawab sendiri.

Yang pasti bila ketidakadilan dibiarkan tanpa ada yang berani koreksi, maka era kehancuran sudah dekat.

Lima Senjata Ampuh Ratu Atut Kuasai Banten



Keluarga besar Ratu Atut hampir semuanya menjadi pejabat teras di Banten. Tak heran, banyak yang menyebut kekuasaan Atut di Banten bak dinasti.

Namun kini Dinasti yang telah lama dibangun mulai diterpa prahara. Ratu Atut dicegah keluar negeri oleh Kemenkum HAM atas permintaan KPK. Sebelumnya KPK juga menangkap adik Atut , Tubagus Chaeri Dharmawan alias Wawan karena diduga menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi non aktif, Akil Mochtar. Meski Atut sudah dicegah, terlalu dini untuk menyebut Dinasti Atut bakal tumbang. 

Atut diyakini memiliki lima 'senjata ampuh' yang masih tertancap kuat di Banten. Selama senjata itu masih dipegang keluarga Atut , dinasti nya masih akan bercokol di Banten.
Berikut lima senjata ampuh Ratu Atut untuk mempertahankan kekuasaannya di Banten:

1. Dekati ulama dengan haji dan umroh gratis
Ratu Atut dan keluarganya sadar betul bahwa salah patronase di Banten adalah kaum ulama. Para alim ulama pun didekati untuk mendukung Atut. Ulama dan kaum menengah di Banten yang kritis dibungkam secara halus. Setumpuk fasilitas diberikan kepada mereka. Kelas menengah disuguhi fasilitas, ulama diberi umroh gratis, haji gratis dan itu sampai ke ulama-ulama di kampung-kampung, akademisi juga diberi fasilitas dan faktanya itu berhasil.

2. Tundukkan jawara jadikan centeng
Patronase kedua yang dipandang warga Banten adalah jawara. Hal ini tidak bisa dipungkiri karena Banten selama ini identik dengan para jawara. Para dedengkot jawara Banten pun didekati oleh Atut. Kini para jawara Banten duduk sebagai anggota Kadin Banten. Mereka pun kecipratan proyek di Banten. Kadin Banten ini kan yang menggarap semua proyek yang ada di Banten. Semua proyek di Banten dipegang oleh Kadin Banten.

3. Media lokal ditekan
Dalam memimpin Provinsi Banten, Ratu Atut sangat hegemoni dan anti kritik. Bahkan media lokal di Banten pun ditekan dan dibungkam oleh Atut. Suara masyarakat ditekan dan dibungkam, ini untuk mencegah idealis di tingkat lokal. Pers lokal juga tidak berfungsi sebagai mestinya, tidak kritis terhadap penguasa, semua ditekan. Tidak hanya pers, masyarakat menengah yang lebih melek pendidikan juga ditekan. Namun mereka ditekan dengan cara-cara yang lebih halus.

4. Kekerasan pun dipakai
Selain memainkan peran ulama dan jawara, Dinasti Atut juga sering menggunakan cara kasar. Intimidasi pun bukan hal baru. Pendekatan secara fisik ini sudah dilakukan sejak zaman Tb Chasan Chosib yang tak lain adalah ayah dari Ratu Atut. Ayah gubernur Atut itu jawara yang sesungguhnya, Yang kuat jaringan di Banten, yang menggunakan kekuatan fisik di masyarakat, menekan masyarakat dan termasuk digunakan untuk bisnisnya.

5. Uang yang tidak terbatas
Dinasti Atut tidak akan berjalan tanpa sokongan dana yang besar. Meski sudah mendapat dukungan dari ulama dan jawara, faktor uang juga dinilai besar pengaruhnya. Dalam beberapa pilkada di Banten, money politics kerap dilaporkan lawan politik dinasti Atut. Namun hal itu sia-sia saja. Ada fakta, di Pilkada Tangsel di ulang, Pandeglang diulang dan meskipun kecurangan bisa dibuktikan, tetapi mereka tetap menang. Ini karena secara ekonomi mereka masih kuat.

5 Dugaan kasus korupsi dinasti Atut



1. Penyelewengan dana APBD
Dugaan penyelewengan dana APBD Banten khusus untuk dana hibah sebesar Rp 340 miliar dan Rp 51 miliar bantuan sosial tahun 2011.

2. Dana Bantuan Sosial
Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Banten pernah menemukan kelemahan atas laporan keuangan Pemerintah Provinsi Banten tahun anggaran 2011. Sesuai hasil pemeriksaan pada 2011. Pemeriksaan yang dilakukan BPK terkait dengan penerima (bansos) pada 2010 senilai Rp 3,87 miliar dan 197 penerima bansos pada 2011 senilai Rp 3,65 miliar.

3. Calo PNS
Nama Tubagus Chari Wardhana alias Wawan sudah tak asing lagi. Khususnya bagi para warga yang ingin dengan jalan singkat menjadi seorang PNS di Pemprov Banten ataupun Tangerang Selatan.

4. Rumah Dinas Gubernur Banten
Ditamukan sejumlah kejanggalan dan keanehan dalam lelang proyek rumah jabatan Gubernur Banten. Dinas Sumber Daya Air dan Permukiman Provinsi Banten melakukan lelang 'Penataan sarana dan prasarana Rumah Jabatan gubernur' dengan paket HPS (harga perkiraan sementara) sebesar Rp 2 milyar. Selanjutnya, pemenang lelang ini adalah GANS, yang beralamat Komplek lebak Indah Blok D2/6 Trondol dengan nilai penawaran sebesar Rp 1.937.000.000. Dan, ternyata nilai pemenang lelang GANS ini terlalu tinggi dan mahal. Peserta tender lain, CV. Bara Cipta Nusapala yang penawarannya lebih rendah dan murah malah dikalahkan.

5. Pembangunan Jembatan Kedaung
Tahun 2013 Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten melakukan lelang 'Pembangunan Jembatan Kedaung Tahap I' dengan paket HPS sebesar Rp 24 milyar. Pemenang lelang ini adalah PT. Alam Baru Jaya, dengan alamat, Komplek Pola Permai 28, Lamhasan Aceh Besar dengan nilai penawaran sebesar Rp 23.419.786.000,-. Ternyata penawaran pemenang perusahaan ini terlalu tinggi dan mahal, karena, ada perusahaan PT. Putra Perdana Jaya menawarkan nilai sebesar Rp 18.206.622.000,- yang lebih rendah dan murah bisa dikalahkan begitu saja.

Prof. DR. H. Tb. Chasan Sochib, Sang Jawara Banten



Bagi mereka yang tinggal di Banten atau pernah tinggal di Banten, siapa yang tidak kenal Haji Hasan. Tokoh sentral Banten, pemimpin tunggal kelompok paling dominan di Banten yang sering disebut kelompok "Rau".

Pria kelahiran Desa Kadu Beureum, Kecamatan Ciomas, Serang, Banten pada 1930 yang sering mencantumkan nama lengkapnya sebagai Prof. DR. (HC). H. Tubagus Chasan Sochib ini merupakan ayah dari Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten, Tubagus Hearul Jaman, Wakil Walikota Serang, dan Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Serang.

Pria berumur lebih dari 80 tahun ini juga merupakan mertua dari Hikmat Tomet, DPR RI. Kakek dari Andika Hazumi, DPD RI. Kakek Mertua dari Adde Rosi, Wakil Ketua DPRD Kota Serang. Dan suami dari Ratna Komalasari, anggota DPRD Kota Serang.

Selain disebut Haji Hasan, sebagai kehormatan gelarnya, Chasan Sochib juga sering disebut dengan nama Abah (penghormatan sebagai orang sepuh), Haji Kacong/Acong (ledekan tindakannya tidak sesuai dengan gelar haji-nya), Rau (merujuk pada tempat tinggalnya di kompleks Pasar Rau), Godfather (merujuk kekuasaan diduga melalui kekerasan) dan Gubenur Jendral (merujuk pada dugaan dia yang mengatur pemerintahan Provinsi Banten, Atut hanyalah boneka).

Terlepas dari nada miring yang selalu mengikuti tindakannya, Chasan Sochib merupakan contoh kesuksesan bagi mereka yang berkemauan teguh. Maju terus pantang mundur, tak peduli dengan omongan orang. Tak peduli benar atau salah.

Chasan Sochib terlahir bukan dari keluarga kaya atau keluarga bangsawan. Ia terlahir dari keluarga pedagang beras biasa di Pabuaran. Walau tidak kekurangan, tapi tidak berlebihan. Maka sekolah rakyatnya pun tak tamat, Chasan Sochib melanjutkan di pesantren. Juga tak tamat. Entah dari mana gelar Profesor Doktor bisa nyangkut di depan namanya.

Menurut Sl, mantan aktivis LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Banten yang mendengar cerita dari jawara sepuh di Pabuaran, Kabupaten Serang, nama asli Chasan Sochib adalah Kasan. Sering disebut dengan nama Kasan Petromaks. Kata terakhir, karena tingkah laku Kasan yang suka mengamankan petromaks mushala lalu dijual ke pasar. Maklum, karena belum ada listrik, harga petromaks lumayan berarti. Entah kenapa, Sl tidak menceritakan secara detail, Kasan terlibat perkelahian yang berujung kematian lawannya. Kasan pun dipaksa mengenyam pendidikan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Soal pendidikan di Nusakambangan ini, dibenarkan juga oleh UD, mantan bendahara Chasan Sochib sekitar tahun 1975-an. Hal senada juga diceritakan RY, praktisi media di Banten. RY juga bercerita tentang hijrahnya Chasan Sochib ke Kota Serang.

Selepas dari Nusakambangan, Kasan dikabarkan sering mengumpulkan pelaku kejahatan, seperti maling dan rampok. Di daerah Pabuaran, Ciomas dan Padarincang, namanya cukup ditakuti.

Saat itu Kabupaten Serang dipimpin Bupati Kaking. Hobinya berburu babi hutan di daerah Pabuaran, Ciomas dan Padarincang. Saat berburu, Kaking membutuhkan petunjuk jalan yang handal. Kasan lah yang sering dipilih Kaking.

Terkesan oleh kecakapan dan kehandalan kerja Kasan, Kaking memboyongnya ke Kota Serang. Kasan dijadikan penjaga kandang kuda dan perawat binatang piaraan Kaking, seperti buaya, beruang, harimau dan lainnya. Lama-lama, nama Kasan berubah menjadi Hasan.

Ternyata hasil kerja Hasan sangat memuaskan Kaking. Karirnya meningkat menjadi perwakilan Kaking dalam berdagang beras dari/ke Lampung. Tak lama dipromosikan kembali jadi tukang jingjing tas Kaking. Seperti buntut anjing, kemana Kaking pergi, tampak di belakangnya Hasan menjingjing tas dan map.

Sinar keberuntungan memang sedang menimpa Hasan. Lingkup kerjanya bertambah menjadi tukang ngurus dokumen kontrak hingga ke pencairan dana proyek. Hasan jadi hapal seluk beluk bermain proyek. Kepercayaan pun datang. Hasan dipercaya Kaking memimpin proyek pembangunan pasar Anyer.

Di sini kecerdasan Hasan terlihat. Luas dan jumlah kios ia naikkan, walau laporan ke Kaking tidak berubah masih sesuai rencana. Kios-kios di tempat strategis dikatakan sudah di beli orang, padahal dibeli sendiri. Keuntungan Hasan jadi berlipat-lipat, dari selisih penjualan kios antara laporan dan fakta di lapangan dan penjualan kios-kios strategis yang dibelinya dengan harga standar.

RY menuturkan, dari keuntungan itu tahun 1967 Hasan mendirikan CV Sinar Ciomas dan mulai bermain proyek. Proyek pertamanya membangun jembatan di Anyer senilai kurang lebih Rp1 miliar. Jembatan dengan teknologi baru peninggalan nenek moyang, dibuat dari gelondongan batang pohon kelapa. Tak terbayangkan berapa untungnya.

Nama Hasan semakin tersohor di dunia proyek. Bukan saja terkenal karena teknik membangunnya yang sering mencontoh peninggalan nenek moyang, tapi lebih terkenal karena gaya penawaran proyek yang sangat berbeda. Jika perusahaan lain memberikan penawaran dalam amplop tertutup, Hasan memberikan penawaran berbentuk minimal 2 orang berseragam hitam-hitam dan bersenjatakan golok.

Hasan tak lupa untuk memperkuat sisi sosial politiknya. Persatuan Seni Pencak Silat dan Seni Budaya Banten (PSPSSBB) didirikan, berisikan 11 paguron (padepokan) silat. PSPSSBB lebih dikenal dengan sebutan Markas Komanda (Mako) Pendekar. Hasan sendiri tidak punya paguron. Ia juga aktif sebagai kader Golkar. Tak lupa mendirikan organisasi kemasyarakatan lainnya, seperti yayasan dan LSM. Hubungan ke pusat pun dirambahnya.

Nama Hasan menanjak tinggi. Kekuasaannya terus bertambah. Kadin, Gapensi dan organisasi sejenis, jatuh di tangannya satu per satu. Namanya bertambah jadi Haji Hasan atau Khasan. Tak lupa kebiasaan orang Banten, istri pun jadi empat.

Tapi sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya tupai juga. Haji Hasan terkena batunya saat Sampurna, orang Banten asli menjabat Bupati Serang. Sebuah cerita konyol tersiar. Saat Haji Hasan menekan Sampurna dengan gaya pendekarnya di ruang kerja Bupati Serang, Sampurna tersinggung. Sampurna masih militer aktif, pistol selalu disimpan tak jauh darinya. Saat marah itu, Sampurna menodongkan pistol ke muka Haji Hasan. Haji Hasan lari terbirit-birit. Nama Haji Hasan sang penguasa proyek mulai meredup.

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Kroninya di Bank BNI dipindahkan, karena tersangkut kredit macet miliknya. Kabarnya, pengelola baru BNI Serang menempuh jalur hukum. Haji Hasan diisukan kena tahanan kota. Kekuasaan enggan mendekat. Ia pun dianggap mati suri. Untung anak-anaknya dari istri pertama di Bandung berkembang pesat.

Geliat pembentukan Provinsi Banten terasa kuat. Berawal dari selatan Banten (Lebak dan Pandeglang), bergerak ke utara (Serang, Cilegon dan Tangerang). Gayung pergerakan bersambut, tokoh-tokoh utara disambangi. Termasuk Haji Hasan yang sedang mati suri.

Sayang jawabannya sangat tak enak. "Ngimpi dia Banten rek jadi provinsi (mimpi kamu Banten mau jadi provinsi)," kata Haji Hasan seperti ditirukan Agus Setiawan, aktivis pembentukan Provinsi Banten. Haji Hasan pun dilewatkan oleh gerakan.

Gerakan pembentukan Provinsi Banten terlalu kuat untuk dibendung. Semua daerah telah sepakat. Diam-diam sekelompok motor gerakan berusia muda merasa takut. Soalnya, gerakan ini didominasi tokoh-tokoh dari selatan. Mereka takut kalau jadi Provinsi Banten akan terkuasai orang selatan.

Keputusan telah diambil, mereka sepakat memberikan gelar tokoh Banten ke Haji Hasan. Pemberian ini disambut dengan sangat gembira, Haji Hasan menyadari kesalahan langkahnya. Gerakan tandingan digelar, walau pun tujuannya tetap sama, pembentukan Provinsi Banten.

Gesekan, friksi dan konflik saling klaim wadah resmi pembentukan Provinsi Banten terjadi. Islah digelar di Sari Kuring, Kota Cilegon. Setelah memecahkan banyak gelas, kata sepakat dicapai. Wadah baru Badan Koordinasi (Bakor) Pembentukan Provinsi Banten terbentuk dengan ketua Tryana Samun. Tak ketinggalan Haji Hasan jadi pengurus inti. Di sini nama Haji Hasan mulai berubah jadi Chasan Sochib.

Provinsi Banten terbentuk, H. Tb. Chasan Sochib hidup kembali. Keluarganya di Bandung dipanggil ke Serang. Atut Chosiyah, anaknya terlihat sering menemani Hakamudin, Penjabat Gubernur Banten. Chasan merintis ulang kejayaannya.

Dua tahun lewat, pemilihan Gubernur Banten pertama digelar, masih menggunakan sistem suara DPRD. Atut kabarnya dipaksa mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur, berpasangan dengan Djoko Munandar, Wakil Walikota Cilegon saat itu.

Tim sukses ditebar melobi anggota DPRD. Tak lupa pasukan hitam-hitam (PHH) untuk menjaga lolosnya perjanjian hasil lobi. Isu bumi hangus merebak, jika Djoko-Atut tidak terpilih. Suasana pemilihan sangat mencekam. Akhirnya Djoko-Atut terpilih.

Chasan Sochib merengkuh kembali masa kejayaannya. Lelang proyek tak ada artinya. Penawaran berupa golok mencuat kembali. Membangun dengan teknologi peninggalan nenek moyang digunakan lagi. Kasus korupsi merebak kasat mata. Hukum hanya tersimpan di kantor jaksa dan hakim yang mulia.

Chasan Sochib memperpanjang namanya, jadi Prof DR (HC) H Tb Chasan Sochib. Belakangan kata HC dihilangkan. Isunya, setelah abah tahu kalau HC itu kepanjangan dari Honoris Causa alias gelar kehormatan. Bukan gelar asli. Mungkin dikira HC itu Haji Ciomas.

Menjelang pilkada langsung Gubernur Banten, Djoko tersangkut perkara korupsi Dana Perumahan Rp14 miliar. Sidang digelar, Djoko terbukti tidak memakan uang rakyat namun tetap divonis 2 tahun penjara. Atut menjadi Plt Gubernur Banten dan melenggang sebagai calon Gubernur Banten dari incumbent.

Isu mengatakan Marissa Haque menang di pencoblosan, tapi kalah di PPK. Atut jadi Gubernur Banten. Masduki jadi wakilnya. Kabarnya Chasan hanya setengah main. Saat kampanye abah dikabarkan jalan-jalan ke Singapura. Isu diantara tim sukses, abah disembunyikan di salah satu rumah sakit dibilangan Pondok Indah, karena stroke.

Kabarnya komando diserahkan ke Tb. Chaeri Wardana atau sering dipanggil Wawan, adik Atut Chosiyah. Ia juga yang memimpin penguasaan Kabupaten Tangerang berhadapan dengan incumbent Bupati Ismet di pilkada langsung Bupati Tangerang. Airin, istri Wawan maju sebagai calon. Airin kalah telak. Angin memberitahukan, akibat perlawanan para jawara selatan yang tergabung dalam BPPKB Banten.

Chasan Sochib tak menyerah, saat pemilu, keluarganya mencalonkan diri besar-besaran. Hikmat Tomet dan Siti Romlah calon DPR, Andika Hazumi calon DPD, Tatu Chasanah dan Aden calon DPRD Banten, Adde Rosi dan Ratna Komalasari calon DPRD Kabupaten Serang. Tak satupun dari keluarga Chasan yang gagal di pemilu, semuanya lolos jadi legislatif.

Taring kekuasaan Chasan Sochib ditancapkan pula di Kota Serang lewat pilkada langsung. Anaknya Haerul Jaman dipasangkan dengan Bunyamin, mantan Bupati Serang. Pilkada yang berlangsung dua putaran itu, memunculkan Bunyamin sebagai Walikota Serang dan Haerul Jaman sebagai Wakil Walikota Serang.

Kini Bunyamin sedang diterpa isu pelengseran. Isu yang mencuat karena kesehatannya yang memburuk. Bunyamin terkena stroke dan penyempitan pembuluh darah. Tapi bagi sebagian warga Kota Serang, itu hanya sebuah dalih, Haerul Jaman ingin jadi Walikota Serang.

Taring Chasan Sochib menancap pula di Kabupaten Serang. Taufik Nuriman, incumbent berpasangan dengan Tatu Chasanah, anak Chasan. Sasaran berikutnya, Kota Tangerang Selatan. Airin digadang-gadang kembali untuk mencalonkan diri oleh Rau. Jalan sepertinya sudah terbuka lebar. Penjabat Walikota Tangerang Selatan, Shaleh MT dikenal sebagai antek paling setia Atut Chosiyah.

Sementara Kabupaten Pandeglang, bagi sebagian pengamat, hanya bonus permainan. Abah tidak serius menggarap Pandeglang yang miskin PAD-nya. Tapi Ratna Komalasari, istri ke 4 abah, terdengar ngotot ingin jadi Bupati/Wakil Bupati Pandeglang. Tak ketinggalan mantan istri Abah, entah yang keberapa, Ratu Iyet pun mempunyai hasrat yang sama.

Apakah keluarga Chasan Sochib atau sering disebut Dinasti Rau akan menguasai wilayah Banten? Wallahualam, semoga rakyatnya masih punya kemampuan melawan.

Terlepas baik atau buruk cara seseorang, fakta di atas membuktikan Prof DR H (HC) Chasan Sochib bukanlah orang bodoh, tapi orang cerdas dan jenius. Walaupun SD saja tidak tamat, jangan menganggap remeh gerak-geriknya.

KPK Makin Bingung Dalam Kasus Impor Daging Sapi



1. Ada kesulitan pembuktian oleh KPK terhadap kasus suap impor daging? Jelas. Meski KPK kesulitan, prinsip KPK adalah sudah kepalang basah.

2. Artinya kurang lebih nanggung, hajar terus, urusan benar salah terserah nanti.

3. Pasal suap erat kaitannya dengan kewenangan & jabatan seseorang sebagai penyelenggara negara bisa diihat pasal  11 UU TPK.

4. Orang pajak disuap karena jabatan & kewenangannya dalam mengurusi tugas pokok dan fungsi dia sebagai pegawai pajak. Nazar & Wa Ode juga disuap karena jabatannya sebagai anggota DPR.

5. Dari mana kita tahu mereka disuap karena jabatan dan atau kewenangannya? Bisa kita lihat dari implikasi suapnya yaitu loby mereka karena jabatanya sebagai anggota DPR.

6. Wa Ode disuap karena dia punya otoritas di banggar. Nazar disuap karena posisi dia sebagai anggota DPR yang punya akses loby ke banggar/komisi 10.

7. Bagaimana dengan LHI? Dia disebut terima suap karena otoritas dia sebagai ketua parpol bukan sebagai anggota DPR atau penyelenggara negara.

8. Bisa kita lihat dari loby yang dia lakukan ke Kementan. LHI bisa didengar oleh orang Kementan karena posisi dia sebagai ketua parpol bukan sebagai anggota DPR.

9. LHI bisa fasilitasi pertemuan Medan dengan Mentan karena posisi dia sebagai ketua parpol dimana Mentan menjadi salah satu kadernya.

10. Tanpa jabatan ketua parpol, urusan impor daging adalah urusan di luar jangkauan LHI sebagai anggota legislatif Komisi I yang mengurusi komunikasi/pertahanan/luar negeri.

11. Sadar terhadap kelemahan dakwaannya dengan pasal suap, belakangan mulai muncul kriminilisasi kasus LHI menggunakan trading in influence.

12. Sebuah aturan yang diratifikasi dari UN Convention Against Corruption. Tool ini sudah jadi instrumen hukum di Indonesia? belum!

13. Orang yang bicara trading in influence mirip orang berhayal mengawang2 bisa menjerat pelaku suap secara retroaktif. UU-nya saja belum ada.

14. Permasalahan lain dalam kasus suap impor daging adalah sporadisnya aparat KPK dan badut2 yang mengatasnamakan aktifis antikorupsi.

15. KPK pasang TPPU tanpa diketahui terlebih dahulu criminal offence dibelakangnya. Tahukah anda apa predicate crime TPPU untuk LHI?

16. Ini adalah tanda tanya besar karena sampai detik ini KPK belum pernah umumkan pidana asal dari pencucian uang kasus LHI. Ini permasalahan.

17. Mereka pakai pasal suap yang gagal diterima & dijadikan predicate crime, diasumsikan telah melakukan pidana yang sama berulang2 sebagai pidana asal TPPU.

18. Lalu bagaimana kalau pasal suap yang jadi pidana asal saja gagal dibuktikan? otomatis TPPU tidak akan bisa dibuktikan selama criminal offence tak ada.

19. Mulai lagi mereka ngomong illicit enrichment. Sebuah konsep pemberantasan korupsi yang diratifikasi dari UNCAC dan masih dalam tahap perancangan.

20. PPATK konon sudah sodorkan RUU perampasan asset ke Presiden dengan konsep illicit enrichment sebagai upaya super dalam pemberantasan korupsi.

21. Illicit enrichment menggunakan pembuktian terbalik murni dengan standar pembuktian lebih ringan tanpa pidana asal, cukup modal laporan PPATK & LHKPN.

22. Lagi2 aturan ini tak bisa dikenakan dalam kasus daging impor karena masih dalam tahap pembuatan d PPATK, bahkan belum masuk DPR sama sekali.

23. Pembuktian terbalik tak dimaksudkan untuk buktikan tindak pidana. Pembuktian terbalik hanya berfungsi untuk mengejar asset.

24. Ada dua cara dalam TPPU: memidana orang atau mengejar hartanya saja. Jika untuk memidana, tak digunakan pembuktian terbalik.

25. Percayakah dengan penegakan hukum secara membabi buta? Hukum yang dipakai secara sporadis hanya akan hancurkan hukum itu sendiri.

26. Cara pintar (licik) KPK dalam menghindar dari sorotan kesahalan mereka adalah dengan menggoreng kasus ini dengan isue sensitif masalah perempuan dengan kata futsun.

27. Publik sibuk bergosip pribadi tersangka dan akan dikait2kan seolah jadi kebiasaan PKS. Lihat aja, sedikit omongan substantif masalah korupsinya.

28. Media dan sosial media beramai bicara masalah perempuan dan digoreng sebegitu rupa. Ini cara redherring KPK yang murahan dalam kasus impor daging.

29. Korupsi adalah extraordinary crime yang perlu upaya ekstra. Namun upaya luar biasa tetap harus dalam koridor dengan tool yang telah disediakan UU.

30. Jangan karena menggebu ingin memberantas korupsi lalu melanggar non-self incrimination dalam sistem common law yang sekarang kita pakai.

31. Sistem hukum yang benar bekerja memakai hukum acara pidana/UU lain yang telah disepakati sebagai dasar acuan dalam penegakan hukum di negara ini.

32. Jangan pakai cara2 diluar hukum acara karena negara ini menganut non-self implementing legislation. Harus ada UU dulu sebelum diimplementasikan.

33. Maka tak benar jika penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi memakai cara di luar prosedur hukum karena rentan perampasan hak manusia.

34. Plototi kasus ini secara substantif! Jangan teralihkan dengan isue asusila yang sengaja dibuka untuk mengalihkan perhatian kita.

35. Kebenaran bukan milik KPK semata. Kebenaran selalu bersandar pada aturan yang dipahami secara komprehensif dan imparsial.

AF, Antara Opini dan Fakta Persidangan



Peran media di dalam membentuk opini masyarakat pembacanya memang sangat luar biasa. Tidak sedikit fakta yang ada mampu diputar balik menjadi sebuah opini yang bisa menyesatkan banyak orang yang pada akhirnya mampu melahirkan statement ataupun tanggapan yang beragam terhadap berita yang disajikan, demikian pula sebaliknya. Seperti kasus dugaan suap impor daging sapi misalnya.

Kasus korupsi yang satu ini menjadi berita hangat setiap hari, bahkan mengalahkan kasus-kasus korupsi besar seperti Hambalang, Century atau Simulator SIM yang sudah jelas merugikan negara hingga trilyunan rupiah. Sementara hingga saat ini belum ada satu lembaga pun yang merilis berapa sebenarnya kerugian yang diderita negara akibat kasus suap impor daging sapi ini. KPK dan PPATK yang biasanya gencar mencari bukti-bukti dan mempublikasikan berita-berita tersebut nyaris tanpa suara. “Kita tunggu saja di pengadilan”, demikian kilah Jubir KPK, Johan "SUPER" Budi.

Memang sempat beredar di publik angka-angka terkait kasus suap impor daging sapi ini. Mulai dari 300 juta, 1 Milyar hingga 40 milyar, namun itu semua hanya sekilas info yang mencoba membentuk opini di masyarakat.

Menarik memang mencermati sepak terjang Ahmad Fathanah, sang aktor layar lebar dari pagelaran tontonan “dugaan kasus suap impor daging sapi”. AF yang tadinya bukan siapa-siapa, akhirnya berhasil diorbitkan menjadi aktor hebat dengan bumbu wanita-wanita cantik disekitarnya plus racikan hubungan AF dengan petinggi partai politik dan sepak terjangnya sebagai makelar proyek.

Dan yang tak kalah menarik adalah fakta persidangan yang ditampilkan AF pada hari Jumat kemarin (17 Mei 2013) yang mementahkan seluruh opini dan pagelaran yang telah dimainkan oleh sutradara “dugaan kasus suap impor daging sapi’. Jadi wajar saja kalau kemudian rumah-rumah produksi yang bernama TV swasta semacam TVOon dan Metromini sampai-sampai menghentikan secara mendadak siaran langsung (live) dari kasus persidangan yang menghadirkan AF sebagai saksi.

Tetapi mereka gak kehabisan akal untuk membuat drama baru terkait kesaksian AF di persidangan. Yang kita saksikan darai mereka adalah publikasi kesaksian AF yang tidak utuh, dipenggal-penggal sesuai dengan opini yang akan dibentuk mereka. “Berani Jujur Hebat”.

Lalu menarikkah opini yang selama ini berkembang jika dibandingkan dengan Fakta persidangan AF jumat (17/5/2013) yang lalu? Mari kita simak fakta-fakta berikut ini.

Berita di media:

“Itu (Rp 1 miliar) untuk safari dakwah ke Sumatera, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sumbangan untuk Papua,” kata Maria ketika bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15 Mei 2013).

Kesaksian AF:

“Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)”.

“Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri”

“saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong untuk seminar uji publik penambahan kuota impor”.

”apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapa pun (di PKS). Itu semua saya yang tentukan”

“setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth saya memang telepon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dari saya”

“LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya”.


Berita di Media:

“Dia (Fathanah) tak cerita detail apa pekerjaannya. Dia hanya mengaku pengusaha dan kader PKS,” kata Maharani seperti yang tertulis dalam dokumen resmi yang didapat Tempo.

Kesaksian AF:

“saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yagn menghubungkan dengan siapa saja (bisnis jasa)”

“Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yang disumbangkan”.

“saya pernah memperoleh keuntungan sebagai makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yang saya sumbang”

”sebagai Calo saya yg menginisiatifkan (create) untuk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dengan LHI

”saya jadi calo untuk banyak proyek seperti pertambangan, dan lain-lain”

“saya tegaskan bahwa saya bukan kader. Namun memang saya bersahabat dengan LHI. Jadi hubungan saya ke PKS hanya itu”.


Berita di media:

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Elda yang dibacakan oleh jaksa Ronald dikatakan bahwa dalam pertemuan tanggal 30 Desember 2012 ketika bertemu dengan Ahmad Fathanah, Elda dan Maria Elizabeth Liman, Fathanah menyampaikan instruksi untuk Maria dari hasil pertemuan di Lembang.

Menurut Fathanah, dari pertemuan di Lembang yang dihadiri oleh Luthfi Hasan Ishaaq, Hilmi Aminuddin, Ahmad Fathanah, dan Suswono, ada dua arahan untuk Elizabeth Liman.

Arahan pertama adalah, Elizabeth Liman akan dibantu dalam pengurusan penambahan kuota daging sapi dan Menteri Pertanian (Mentan) akan membaca situasi dan kondisinya. Kedua, selanjutnya, Elizabeth Liman menyampaikan bahwa akan komitmen membantu mendukung dana PKS.

Kesaksian AF:

”pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dengan alasan kuota sudah habis”

“kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yang terjadi penambahan kuota impor sudah tidak memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya”

”saya tidak terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan untuk urusan proyek dengan posisi sebagai makelar

”pihak2 berwenang di Kementan selalu sarankan untuk ikuti prosedur lelang. Dan proyek yang kami menangkan sesuai prosedur”.

”Eldan mencoba peluang untuk izin kuota utk 2013. Itu yang kami coba cari celah. Mentan tetap nolak”


Berita di media:

Total komitmen fee yang dijanjikan PT Indoguna Utama kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq sebesar Rp 40 miliar. Dari total komitmen fee itu, baru Rp 1,3 miliar yang terealisasi.

“Memberi atau menjanjikan sesuatu, yaitu memberikan uang Rp 1,3 miliar dari seluruh yang dijanjikan Rp 40 miliar kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yakni Luthfi Hasan Ishaaq selaku anggota Komisi I DPR dan selaku Presiden PKS,” kata jaksa M Roem membacakan surat dakwaan.

Kesaksian AF:

“soal komitmen Rp 5.000 per kg daging impor. Itu omong2an saya dgn Elda. Soal ini LHI nggak pernah percayai saya”

”Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dengan bercanda saja”

”Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Menurut saya LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka bercanda”


Opini telah terbentuk sedemikian rupa, Fakta pengadilan telah mematahkan opini yang ada. Entah pentas apa lagi yang akan dimainkan dibalik semua fakta yang ada. Opini sesaat media sesat atau kebenaran yang akan terungkap.


Fakta Seputar Ahmad Fathanah


1) AF atau Olong ini pernah divonis 1 thn penjara di Jakarta karena penipuan dan pemalsuan tanda tangan.

2) AF ini pernah ditangkap di Thailand kemudian dideportasi ke Australia karenaa tuduhan otak penyelundupan manusia 352 orang Irak.

3) atas kejahatannya tersebut AF hadapi ancaman hukuman 20 thn penjara.

4) AF hanya jalani hukuman 2 thn saja. Diampuni Aussie.

5) AF BUKAN kader PKS.

6) AF bukan alumnus Gontor.

7) AF hanya teman dekat LHI eks Presiden PKS.

8) Pengakuan Istri AF bahwa Suaminya BUKAN kader PKS ternyata TIDAK diberitakan secara masif oleh media2 nasional.

9) AF memilki "hubungan Khusus" dengan sedikitnya 20 wanita yang mayoritas memilki 1 kesamaan yaitu punya daya perhatian publik.

10) AF dengan rapi "MENCATAT" semua pengeluaran uang / pembelian barang untuk "wanita2nya" itu.

11) AF selalu menggunakan fasilitas transfer bank untuk 20 wanitanya itu sehingga mudah terlacak oleh PPATK.

12) keterangan AF ketika "ditangkap" dalam OTT KPK selalu berubah2. Tidak konsisten. Selalu tonjolkan bahwa dia sdg "indehoy" bersama Maharani.

13) AF ketahuan mencuri BAP para saksi lain saat petugas KPK lengah. Ketahuan CCTV baru besoknya dia kembalikan ke KPK.

14) Maharani mengaku TIDAK lakukan hubungan seks dengan AF dan kaget ketika AF dengan mudahnya beri dia uang 10 juta.

15) wanita2 yang "didekati" AF dan diberi uang dan hadiah2 besar adalah wanita yang punya jual berita tinggi. Sebagian artis & penyanyi dangdut.

16) AF selalu menggunakan nama PKS dalam setiap aksinya terrmasuk menghubung2kan perilaku negatifnya dengan PKS.

17) saat AF "ditangkap" dalam OTT KPK, Presiden SBY berada dalam pesawat. OTW ke Timur Tengah.

18) saat OTT KPK terhadap AF, LHI tidak berada di TKP. Tidak terkena OTT. Tapi KPK paksa jemput malam itu juga dan segera tahan LHI.

19) LHI BELUM menerima uang 1 Milyar yang rencananya akan diserahkan AF ke LHI. Masih rencana. AF sudah potong 10 juta untuk Maharani.

20) KPK sudah menggunakan UU TPPU terhadap LHI dan wanita2 disekitar AF sdgkan tuduhan pokok yakni suap/korupsinya belum terbukti.

21) KPK lebih prioritaskan pemeriksaan para wanita2 AF dan elit2 PKS, dibandingkan puluhan kasus korupsi yang LEBIH BESAR & URGENT.

22) Jubir KPK Johan Budi selalu memberikan keterangan yang tendesius, pojokan PKS meski fakta2 hukumnya berbeda.

23) ada beberapa media nasional yang secara sistematis muat berita sesat. Selalu kaitkan AF-wanita2-PKS. Tendensius.
24) KPK punya banyak tersangka korupsi2 besar dengan kerugian negara yang sangat besar tapi tidak disentuh2 KPK dengan sejuta alasan.

25) sebelum "prahara PKS" ini, SBY berpidato bahwa partai Demokrat bukan partai terkorup. Dia akan buktikan partai2 lain lebih korup.

26) KPK 2012 sampaikan bahwa untuk atasi kekurangan penyidik, mereka akan rekrut 200-300 penyidik pada awal 2013. Tidak "terealisir".

27) alasan kekurangan penyidik selalu digunakan KPK sebagai alibi jk publik tuntut KPK untuk usut kasus2 lain yang macet. 37 KASUS BESAR.


28) KPK kerahkan 22 penyidiknya HANYA UNTUK ambil 6 Mobil di DPP PKS. Padahl PKS secara resmi sudah persilahkan ambil jika bawa surat sita.


29) KPK membawa 1 SSK Brimob menjemput 6 mobil ke DPP PKS. Menciptakan opini bahwa PKS "melawan dan mau perang".

SUDAH TERJADI penzaliman terhadap PKS yang tidak lagi berada dalam koridor hukum. Melainkan : PENGHANCURAN PKS!!

Silahkan tangkap koruptor2 PKS tapi jangan sampai PKS dihancurkan dengan OPINI2 yang dibentuk secara sistematis, fitnah dan destruktif.

Lihatlah OPINI yang dibangun oleh sejumlah media yang kami duga dibayar oleh pihak tertentu. Modus dan Patern /Polanya mudah dibaca.

Penghancuran PKS dilakukan dengan pembentukan LABELING terhadap PKS yang antagonis dengan nilai2 dasar PKS melalui corong AF, oknum KPK dan Media.

Media2 tertentu masif bentuk Opini PKS adalah : KORUP, HEDONARSIS, SEKS BEBAS, dst untuk kontra dengan nilai2 PKS : BERSIH, BERSAHAJA, ISLAMI.

Hanya orang TIDAK WARAS yang bisa mempercayai semua perilaku "menyimpang" dari seorang Ahmad Fathanah itu sebagai perbuatan yang wajar.

AF dengan sengaja mengumpulkan sedikitnya 20 wanita, banjiri mereka dengan uang, perhiasan, mobil dll. SEMUA DICATAT. Umumnya DITRANSFER.

Sebadung2nya seorang Suami pasti hindarkan cara transfer ke wanita2 simpanannya. Takut ketahuan istrinya. Tunai. Dicatat? IMPOSSIBLE!

AF adalah ex napi di Indonesia dan Australia. Dia penjahat. Ketika dia berbisnis yang "rawan & risiko" terjerat KPK, pasti dia berhati2.

Tapi AF malah sebaliknya : Dia SENGAJA menciptakan jejak dan ditabur kemana2. Mudah ditracing. Dipersembahkannya untuk KPK. WHY ? WHY?

Dari keterangan saksi2 terbukti jelas, bahwa setiap aksi AF selalu MENGATASNAMAKAN PKS. Tanpa diketahui/disetujui oleh elit PKS. WHY?

Jawabannya mudah sekali. AF memang punya misi khusus mengahncurkan PKS. Atas perintah siapa?

Penghancuran PKS adalah langkah awal. Setelah PKS, menyusul PPP, PDIP, GERINDARIA, PKB, HANURA, PAN. Semua dihancurkan. Golkar? Nanti dulu

Golkar lagi mesra2nya dengan PD. SBY lagi pacaran sama ARB. SBY tidak mungkin buka semua front pertempuran. Satu per satu. Sementara Golkar aman.

Golkar bukan sekedar aman saja (kader2 korupnya belum diperiksa KPK. Yang sudah TSK, jg dibiarkan dulu) tapi juga dapat banyak konsesi dari SBY.


Menkeu Agus yang jadi kerikil divestasi Newmont digeser. Agar ARB mulus kuasai divestasi Newmont yang belasan triliun itu.

BLSM untuk rakyat sebagai kompensasi naiknya BBM diatur SBY dan ARB berdua saja. Partai lain? Silahkan gigit jari.

Selama Golkar dapat dijinakan, maka agenda besar penghancuran partai2 (via KPK dan Media2 pembuat Opini) akan mudah dijalankan.

Setelah PKS hancur lebur karena Opini (seperti kasus Anas), sebentar lagi giliran PPP dan PKB (daftar calon TSK sudah banyak).

Setelah itu menyusul GERINDRA yang akan dihancurkan via Peradilan HAM ad hoc yang akan dibentuk. Prabowo memang tidak akan sampai diadili.

Namun, dengan peradilan HAM ad Hoc itu, opini secara masif akan diciptakan : PRABOWO PENJAHAT HAM dan HARUS DIADILI. Citranya akan hancur.

Demikian seterusnya. 1 per 1 partai akan dihabisi dengan KPK dan Opini. Biaya Operasional unlimited. Kecuali jika partai2 itu sujud sembah menyerah.

Dulu meraih kekuasaan dengan perang dan bunuh2an nyawa. Kini, dengan Opini dan pencitraan sebagai modal di Pemilu dan Pilpres.


Sejak KPK sudah dikuasai mutlak Istana (dampak konflik Polri vs KPK dan Sprindik serta saksi palsu Bambang Wijayanto), menghancurkan partai2 lain mudah.

Jadi, jika ada partai lain yang tertawa kesenangan karena PKS sedang dalam proses penghancuran, tunggu saja sebentar lagi giliran mereka.

Cara terjitu menjadikan orang jelek menjadi lebih cantik adalah dengan membuat orang2 lain jauh lebih jelek. Atau "politik timbangan"

Sebab itu, dengan kondisi "ceteris paribus", pemenang pemilu/pilpres 2014 akan kembali diraih PD/SBY.

Lihat saja sekarang. Baru tahap awal. Rakyat sudah lupa betapa busuknya PD. Bulan depan PD semakin harum karena partai2 lain mulai membusuk.

Dengan kekuasaan mutlak di KPK dan Polri, SBY efektifkan maksimal daya hancur ke partai2 lain. Nyari TSK korupsi mah gampang. Bertaburan.

Daftar panjang politisi/ elit partai calon2 TSK korupsi sudah ada ditangan SBY. Tinggal dicokok. Mainkan opini, citra partai HANCUR !!

Satu2nya penghambat SBY untuk sukseskan skenarionya ini hanya WAKTU. SBY/ PD berpacu dengan waktu. Gara2 penghancuran Anas meleset dari target.

Satu per satu prediksi dan analisa kami terbukti. SBY dan PD bangkit kembali ditengah2 puing2 kehancuran partai2 yang sudah didepan mata.

Jadi lupakanlah Fathanah. Fokus pada manuver2 KPK yang sudah jadi antek Istana.

Cerita Dibalik Batalnya Bibit Samad Rianto Menjadi Kapolri


Beliau ini adalah sosok Polisi Indonesia yang LANGKA dan LUAR BIASA.

BSR itu malah lebih hebat, bersih dan berani dibanding mantan Kapolri Jend Hoegeng. Ada dasarnya?

BSR adalah Jenderal Polisi (Irjen Pol Purn.) yang sangat jujur, teguh memegang amanah dan sumpah Bhayangkara, tidak tergoda materi dan suap.

Tahukah anda bahwa Bibit Samad Rianto ini sebenarnya Calon Kapolri pada masa Presiden Gus Dur. Beliau tersingkir di detik2 terakhir.

Bibit S Rianto digagalkan oleh para pembisik2 Gus Dur yang durjana itu.

Presiden Gus Dur sangat respek, kagum dan suka pada Bibit SR ini. Kenapa? Gus Dur tahu track recordnya dan integritasnya yang luar biasa.

Presiden Gus Dur sempat memanggil Bibit S Rianto yang saat itu Rektor Ubhara ke Istana. Diskusi serius tentang rencana besar Reformasi Polri.

"Saya berencana menunjuk anda sebagai Kapolri, apakah anda bersedia?" tanya Gus Dur pada Bibit Samad Rianto. "Siap Pak Presiden".

"Mohon maaf Pak, jika berkenan, saya ingin tahu apa yang menjadi agenda utama dan prioritas Bapak Presiden terhadap Polri?" Bibit balas tanya.

"Saya ingin anda mereformasi total Polri sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara. Dukung terwujudnya masyarakat madani dan demokratisasi".

"Saya juga minta anda membasmi tuntas Narkoba. Yang lain2, anda pasti lebih tahu" jawab Gus Dur. "Siap Pak Presiden" Bibit jawab.

Lalu Bibit mempersiapkan semua hal dalam rangka tugas barunya sebagai Kapolri. Dia ajak Irjen Pol Rusdihardjo untuk bantu strategi basmi Narkoba.

Rusdihardjo adalah Perwira Polri yang saat itu dinilai paling paham tentang pemberantasan Narkoba. Sekolahnya lengkap.

Bibit S Rianto sebagai calon Kapolri membawa Rusdihardjo ke Istana ketemu Presiden Gus Dur. Saat itu hadir juga Letkol Juanda, staf Gus Dur.

Rusdihardjo diperkenalkan ke Gus Dur yang rencananya diplot Bibit S Rianto sebagai Calon Wakapolri. Tugas Khusus : Berantas Narkoba.

Setelah selesai menghadap Presiden Gus Dur dan tinggal menunggu hari pelantikan sebagai Kapolri, tiba2 Bibit S Rianto diundang PB NU.

Dengan niat baik Bibit S Rianto temui Pimp PB NU. Setelah lama berbincang dan silahturahmi, salah seorg elit PB NU minta "bantuan" dana.


Permintaan dana sebesar Rp. 6 milyar tersebut rencananya untuk membangun gedung kantor PB NU. Bibit tanpa basa basi bilang tidak punya uang.

Padahal ada teman baik Bibit yang bernama Willy Junaedi yang siap membantu penuhi permintaan PB NU. Bibit tidak mau. Dia menolak tegas.

Akhirnya pertemuan Bibit - PB NU itu diakhiri suasana canggung dan hambar. Bibit pulang. " Aku iki opo, ora isu kayak ngono2." Katanya.

Sampai hari H pengumuman Kapolri baru, tidak ada kabar kepada Bibit. Tiba2 saja Presiden Gus Dur umumkan Kapolri baru adalah Rusdihardjo!

Apa reaksi Bibit? Tidak ada. Dia hanya tersenyum ketika ditanya teman karibnya. Malah temannya itu yang geram dan sampai sakit karena stres.

Ketika menjenguk temannya yang sakit itu, Bibit tanya kenapa kamu stres sampai sakit? Temannya jawab : karena reformasi pasti gagal!

"Percuma kita reformasi jika Polri tidak direformasi. Polri butuh mas Bibit" ujar temannya itu.

Gus Dur melantik Rusdihardjo jadi Kapolri. Setelah dilantik, dia lagsung temui Bibit dan minta Bibit jadi Wakapolri. Bibit menolak.

Bibit tetap jadi Rektor UnBhara dan mengajar. Sampai akhirnya kemudian dia terpilih jadi wakil ketua KPK.

Tahukah anda ketika Bibit jadi Kapolda Kaltim? Dia ditawari min. 500 juta - 1 M per bulan oleh Pengusaha2 HPH. Bagaimana sikap dan responnya?

Besoknya dia operasi besar2an di hutan Kaltim. Tangkapi semua pelaku ilegal logging. Kecuali yang dijaga oknum2 TNI.

Untuk atasi ulah oknum2 TNI yang bekingi ilegal logging, Bibit temui Pangdam Mayjen Muhdi PR yang teman seangkatannya di Akmil 70.

Kepada Muhdi, Bibit katakan " Muh, mulai besok kau tarik semua pasukanmu yang jaga hutan. Kalau tidak, kita perang !!" Muhdi keder

Besoknya semua pasukan TNI di HPH2. Illegal logging hilang dari hutan Kaltim.

Semua jenis mafia di Kaltim hilang musnah ketika Bibit S Rianto jadi Kapolda. Kriminalitas turun drastis. Tapi ada dampak dahsyatnya.

Saat itu kas negara kosong. Tidak bisa dukung operasional Polri. Suap diharamkan Bibit. Polda Kaltim sulit kerja maksimal.

Tidak tahan kondisi itu, direktur2 Polda menghadap Bibit. Minta kelonggaran boleh terima sumbangan pengusaha2. Apa jawab Kapolda Bibit?

"Selama saya jadi Kapolda, saya tidak izinkan sumbangan apalagi suap. Siapa yang langgar, saya tangkap saya bui. Tidak ada kecuali.


Jika kalian semua tidak setuju, saya sarankan malam ini kalian shalat tahadjud. Doakan saya cepat dicopot dari Kapolda Kaltim" ujar Bibit.

Tak tahu apakah karena doa para anak buahanya atau lobi Muhdi PR atau ulah para mafia, akhirnya Bibit S Rianto dicopot dari Kapolda Kaltim.

Hanya 11 bulan Bibit jabat Kapolda Kaltim dan kemudian dimutasi jadi Korsahli Kapolri. Namanya harum sepanjang masa di Kaltim.

Apa betul ABRAHAM mau didongkel? Oleh siapa?


PERLU DIKETAHUI BAHWA Johan orang tua di KPK, lebih senior dari yang lain.

Itu sebabnya Johan nampak paling matang, paling tenang dan paling berdarah dingin.

Tentu itu bagus buat KPK sebab dengan itu KPK nampak "terkelola", itulah jasa Johan..

Sesuatu apabila sudah dikatakan oleh Johan sepertinya semua sudah beres, Media mengangguk-angguk tanda percaya.

Dari semua wajah yang paling populer hari ini selain wajah SBY maka wajah Johan juga TOP.

Sekali lagi Johan membuat KPK nampak mantap.

Tapi, bagaimana kalau di balik wajah tenang itulah KPK menyimpan masalah?...

Reaksi seperti ini bukan yang pertama terjadi. Bayangkan soal status Siti Chalimah Fadjriah (SCF) yang sudah disebut tersangka CENTURY oleh Abraham tahun lalu.

Tiba2 seperti meralat sang ketua, Johan mengatakan belum tersangka karena yang bersangkutan sedang sakit.

Padahal sebagai orang yang mengerti kasus ini, mungkin saja KPK menetapkan status tersangka seseorang tanpa pernah diperiksa.

Bukankah KPK menjadikan tersangka Nazar, LHI dan sederet nama lainnya tanpa pernah diperiksa?

Tapi, kenapa Abraham yang akhirnya mengalah dan Johan benar?

Artinya Johan lebih memiliki kepercayaan diri dan terintegrasi dengan kekuatan inti KPK.

Sementara Abraham nampaknya tidak mengakar dan lama2 makin nampak lonely.


Jangan lupa, Johan adalah sarjana teknik lulusan TEMPO karena itu sebetulnya dia bukan orang Hukum.

Nalar PR Johan banyak dibentuk oleh karir jurnalis investigatif ketimbang bahasa hukum yang pasti.

Dan sekali lagi, Johan sukses membuat KPK tidak pernah nampak kehabisan bahan, enak ditonton dan perlu.

Padahal, Johan sendiri secara etika pernah diadili di dalam KPK karena berjumpa Anas dan Nazar di rumahnya.

Dan itu membuat Johan gagal mencalonkan diri sebagai calon pimpinaninan KPK periode Abraham.

Panitia seleksi menggugurkan pencalonan Johan karena dianggap ada masalah etika.

Tapi kenapa dipertahankan menjadi jurubicara dan PR? Bukankah seharusnya soal etikanya tidak hilang?

Apalagi kalau dibaca UU 30/2002 tentang KPK sebetulnya petugas yang bertemu dengan pihak yang berperkara di KPK bukan sekedar masalah etika.Tapi kenapa Johan begitu kuat?

Apalagi melihat sikap Johan yang sering lebih mewakili bahkan dibanding pimpinaninan KPK.

Sebagai contoh soal skandal sprindik dan Kudeta Abraham. Pembocoran dokumen sprindik adalah kriminal, membocorkan rahasia negara.

Dan karena kepentingan menjaga nama baik KPK maka pimpinaninan membentuk komite etik.

Meski itu dianggap lucu karena seperti jeruk makan jeruk, tetapi Johan seperti para die hard KPK lainnya anggap itu remeh.

Menurut mereka dokumen bocor itu bukan sprindik dan tidak perlu dipersoalkan, apalagi dilaporkan ke polisi.

Lebih aneh lagi, polisi juga tidak berani mengusut kasus ini. Kubu Anas sudah melapor tapi tidak digubris.

polisi takut rupanya. Tapi, ketua KPK kini mengeluh secara terbuk dan Johan meremehkannya.

Apa makna dua sikap di dalam KPK ini dan mana yang merupakan keadaan sebenarnya?

Abraham mengeluh karena pasti dia merasa tersuduntukan, oleh siapa?

Kalau oleh orang dalam maka pasti ini akan merusak nama KPK selain kalau tuduhan itu berhasil dialamatkan ke Abraham.

Kalau Abraham kena, maka sukses sebuah percobaan Kudeta Abraham seperti yang dia sinyalir.

Dan lihat respon Johan pasti dia akan katakan bahwa KPK DISERANG. CURRUPTOR FIGHT BACK DLL.

Sehingga, tugas jubir adalah melemparkan semua kasus didalam KPK sebagai serangan dari luar kepada KPK.

Tapi, masalahnya kenapa ada pembocoran sprindik, kenapa Abraham merasa diserang dan ini permainan siapa?

Ingatkan kembali beberapa peristiwa antara pimpinaninan KPK.

Zaman Ruki (KPK jilid I) Amin Sinaryadi (salah satu pimpinaninan) menyadap Ruki dalam kasus bulog.

Zaman Antasari (KPK jilid II) menyuruh Chandra menyadap Nasruddin dan Rani (pacar Antasari) tanpa perkara.

Zaman Abraham (KPK jilid III) Abraham mensinyalir ada kudeta terhadap dirinya via kasus sprindik.

Belum lagi kasus2 lain soal aktifitas KPK menyadap lembaga kepolisian dan kejaksaan dalam peristiwa cecakbuaya.

Dan semua ini adalah peristiwa internal murni. Tetapi selalu saja dianggap ini serangan luar pada KPK.

Tentu ada yang tidak terjawab yaitu soal apakah Johan hanya seorang JUBIR dan humas?

Dan tentunya kenapa Abraham merasa terancam padahal kasus sprindik masalah internal.

Siapakah di dalam KPK yang memiliki kekuatan mengancam selain Abraham?

Ataukah Johan yang sangat kuat itu ditopang oleh kekuatan lain?

Kembali sedikit ke isu awal, bagaimana Johan dengan mudahnya menjawab isu kudeta terhadap Abraham dengan "namanya kudeta pasti pakai senjata".

Jebakan Batman Ahmad Fathanah Untuk PKS

http://chirpstory.com/li/75570

1. hari ini, hampir semua portal berita disesaki oleh pemberitaan Ahmaf fathanah (AF). Dari kisah playboynya sampe macem2 urusan cashflow

2. AF adlh seorang calo yg trbiasa deket dgn orang2 parpol. Apapun, oleh si AF ini bisa dijadiin duit entah itu pilkada atau urusan proyek

3. Contoh kedekatan AF dengan petinggi partai lain adalah kedekatan dia dengan Ilham Arief Sirajuddin yg merupakan ketua demokrat Sulsel

4. Bukti kedekatannya adalah, Ilham Arief Sirajuddin meminta AF untuk memediasi pencalonannya dalam pilkada sulsel dengan pihak PKS.

5. Nggak cuman mediasi. Ilham juga memberikan kepercayaan yang tinggi terhadap AF yaitu menitipkan uang biaya pilkada untuk PKS melalui AF

6. Beritanya, cekidot http://t.co/9WhlA9Pacj. Sepintas nggak ada yang aneh, AF hanya menyalurkan uang dari Ilham ke PKS dengan sebuah cara

7. Tapi jika anda jeli, kenapa tiba2 muncul transaksi cuci uang dari AF ke DPW PKS di Sulsel? Ada unsur jebakan yang dilakukan AF untuk PKS

8. Jika AF hanya menyampaikan amanat biaya pilkada, tentu hal ini nggak akan jadi masalah karena uang itu sifatnya dari Ilham, bukan AF

9. Tapi kenapa uang yang diberikan dari Ilham untuk PKS sekarang berubah menjadi uang hasil kejahatan dan merupakan bagian dari TPPU?

10. Kemungkinannya adalah AF mentransfer/beri uang hasil kejahatannya ke PKS sulsel sedangkan uang yang dia terima dari Ilham dia kantongi

11. Kenapa AF nggak memberikan uang pemenangan titipan dari Ilham Arief Sirajuddin tersebut langsung secara langsung?

12. Cermati bagian ini, kemungkinannya adalah AF secara nggak sadar tanpa maksud apa-apa hanya mentransfer uang yang ada di rekening dia.

13.kemungkinan lain adlh AF dgn sengaja mengirimkan uang hasil kejahatannya ke PKS dgn tujuan trtentu agar PKS tersangkut. jebakan betmen?

14. Karena kesalahan AF ini sekarang PKS secara institusi melalui DPW Sulsel telah tersangkut aliran dana hasil korupsi tersebut

15. Sedangkan DPW PKS Sulsel hanya mengetahui dana yang diberikan melalui AF adalah dana pemenangan pilkada yang berasal dari Ilham Arif.

16. Saya meyakini AF nggak memberikan uang pemenangan dri Ilham Arief Sirajuddin secara langsung, namun menukarnya dengan uang dia adalah..

17. ..dengan maksud & tujuan tertentu yaitu memberikan perangkap ke PKS agar tersangkut dlm sebuah masalah hukum yg dia adlh aktor utamanya

18. AF adalah calo yang berlindung dibalik nama PKS & bukan mustahil dia juga sering membawa nama partai lain untuk kepentingan pribadinya

19. Secara nyata, keuntungan yg dia peroleh dia gunakan buat hurah hurah dengan para hareem cantik dengan bayaran tinggi (asumsi saya lho)

20. Maharani, Ayu Azhari, Vitalia Sesha dan terakhir hari ini muncul lagi nama seorang perempuan lain yaitu Tri Kurnia.

21. Masing2 menerima 10 jt (maharani), 20 juta+1800 $ (Ayu Azhari), jazz+Chopard plus sejumlah duit (seisha) dan Tri Kurnia yg terima freed

22. Gaya hedon AF dengan perempuan2 yang tersangkut dengannya mematahkan dugaan bahwa AF adalah mesin ATM PKS. he works for himself!

23. AF hanya seorang makelar bergaya sosialita yang bekerja untuk memenuhi nafsu pribadinya. Contoh yaitu dihambur2kan untuk perempuan.

23. Jika ada aliran dana terhadap LHI, bukan berarti mereka bekerja sama dalam pencucian uang. Sama sekali tuduhan itu blm bisa dibuktikan.

25. Karena Adik Anis Matta sendiri terima dana sebesar 50 juta perak dari AF sebagai pembayaran dari uang yang pernah dipinjem AF.

26. Bisa jadi pinjaman AF ke Saldi matta juga jebakan karena u/ sekelas AF dgn uang Miliaran di rekeningnya, kok malah pinjm duit segitu?

27. Saya duga AF sengaja pinjam uang, lalu dia bayar memakai uang hasil kejahatan. Targetnya tercapai yaitu pihak lain tersangkut e,g Saldi

28. Saldi Matta sebagai adik Anis Matta yg teraliri duit korupsi akan dipersepsi menjadi representasi orang PKS yang terima uang.haram tsb

29. Aliran dana ke LHI menurut PPATK, aliran uang ke PKS sulsel dan aliran dana ke Saldi matta akan menimbulkan kesan PKS secara struktural

30. Permainan AF yang royal terhadap banyak perempuanpun berimplikasi luas menyangkut ke PKS. Padalah istri AF menyatakan AF BUKAN KADER PKS

31. AF dengan berbagai permainan kotornya telah berhasil mempersepsi publik seolah PKS secara struktural koruptif dan gila perempuan.

32. Saya mulai mengerti pola yang dilakukan AF untuk menjebak beberapa orang PKS supaya terserat dengan sebuah masalah melalui dia

33. Mungkin analisis ini bisa ditanyakan bener/gaknya kepada @MbKung, Mbah Supono Soegirman yang lebih mengerti mslh operasi seorang agen

34. Jika analisis saya benar, kemungkinan beberapa orang yang kena jebakan betmen adalah mereka yg terlampau percaya dengan performance AF

35. Dengan penampilan meyakinkan kayak orang tajir, bergaya sosialita dan dipoles dengan mulut manis siapa yang gak percaya dgn profil AF?

36. Kayak Ust Anis Matta blg, konspirasi bisa trjadi manakala seseorang terlalu dekat dengan sumur sehingga orang mudah mendorongnya jatuh.

37. Skrg saya paham. Tanpa mengabaikan fakta hukum yg sama2 kita ketahui, upaya penjebakan itu memang ada, bs qt analisis secara sederhana.

38. Namun saya hanya membuat sebuah analisis sederhana dengan data sekunder dari media, sama sekali nggak membuktikan analisis saya benar.

39. Adalah hak saya mengimbangi mainstream berita di media melalui perspektif lain berawal dr berbagai kejanggalan yang nampak oleh mata

40. @ all seluruh kader PKS, yakini saja apa yang anda semua yakini, kasus misbakhun adalah contoh betapa kita bisa lewatin masa sulit kita

41. Saat orang beramai-ramai mempersalahkan PKS & Misbakhun, kita kader PKS yang tetap pada standing poin bahwa Misbakhun nggak bersalah.

42. Buah dari keyakinan kita terhadap kasus Misbakhun adalah sebuah contoh yang akhirnya membawa kita pd sebuah kemenangan, Misbakhun bebas

43. Inget! When everyone is against you, it means you are absolutely wrong or you are absolutely right ~Guinon, Albert~

44. Kader, tetap kokoh dalam sebuah keyakinan atau kita hancur! If you don't stand for something you will fall for anything Sekian

Siapakah Sosok AF dibalik Misteriusnya Kasus LHI

Siapakah Sosok AF dibalik Misteriusnya Kasus LHI

tweets @TrioMacan2000
8 Mei 2013

1. Eng ing eeng, kita bahas Misteri Ahmad Fathanah ini. Dirinya jadi pusat & playmaker dalam sejumlah kasus korupsi Elit PKS.

2. Dimulai dari “tertangkap tangannya” AF ini dlm OTT (operasi tangkap tangan) KPK di Hotel Le Meridien Jakarta. Banyak keanehan2 mencuat pada kasus tsb.

3. Kami sdh pernah bahas banyak keanehan kasus yg lalu menyebabkan Presiden PKS LHI ditangkap dan ditahan KPK. Silahkan cek kultwit kami lg.

4. Atau jika anda mau dapat perspektif lain ..silahkan baca ini >> Keanehan Dalam Pemberian Suap AF-LHI http://t.co/N7rEMMevDg

5. Kami selalu coba lihat kasus LHI & elit PKS ini secara objektif dan out of the box. Ada bbrp alasan kami bersikap demikian.

6. Pertama : munculnya sosok AF di tengah2 pusaran kasus korupsi elit PKS ini SANGAT PANTAS dicurigai, diselidiki dan dibongkar tuntas.

7. Ahmad Fathanah ini sebelumnya pernah juga hampir berhasil menjebak dan menyeret LHI ke penjara terkait dgn proyek kerjasama mereka dgn Telkomsel.

8. Untungnya, kasus tsb berhasil dipetieskan di Polda Metro shgga LHI dan HNW (saat itu ketua MPR) yg mau diseret2 keterlibatannya, selamat.

9. Setelah 3 thn senyap. Tiba2 nama AF ini muncul lagi. Dlm kasus suap impor daging yg akibatkan LHI ditahan dan PKS gonjang-ganjing.

10. Kecurigaan bhw AF adlh “agen” yg ditanam di lingkungan PKS semakin merebak karena modus, record, motif & konstelasi politik RI saat ini.

11. Modus : AF selalu hadir/ada dlm setiap pusaran kasus korupsi PKS yg terungkap. Perannya : sbg pengumpan agar elit PKS terjerat.

12. Modus berikutnya : setiap kasus terkait AF selalu “dibumbui” dgn cerita2/kisah keterlibatan wanita yg dikesankan sbg pelacur, piaraan dsj.

13. Dengan modus ini AF atau mastermind-nya yg menjadi “majikan” AF berharap “kerusakan/kehancuran” atau daya rusak thdp PKS menjadi maksimal.

14. Bobot daya rusak ini ditambah lagi dgn “invisible hand” yg mengendalikan sejumlah media utk terus2an bangun opini negatif thdp PKS.

15. Apa motifnya? Ada 2 motif disini. Motif AF dan motif Majikan AF. Motif AF mudah dibaca dgn pelajari track recordnya.

16. AF atau dulu dikenal dgn nama Ahmad Olong (AO) pernah ditangkap krna tuduhan menyelundupkan 353 WNA mayoritas Irak ke Australia.

17. AF alias AO ini ditangkap di Thailand dan diekstradisi ke Australia dan kemudian menghadapi ancaman hukuman 20 thn atau seumur hidup.

18. Namun, sedikit org yg tahu apa yg sebenarnya terjadi pada diri AF saat dan pasca dijatuhi hukuman oleh pengadilan Australia itu.

19. Kita tdk tahu knp AF yg hrsnya jalani vonis 20 thn di penjara Australia, tiba2 muncul di Indonesia, seolah2 tanpa ada masalah apapun.

20. Dalam dunia politik, sangatlah biasa/umum jika tiba2 saja seorg tahanan dilepas meski masa hukumannya masih sangat lama.

21. Pembebasan tsb tanpa mekanisme grasi, amnesti atau abolisi. Melainkan melalui “deal2 khusus” yg disepakati Napi itu & pihak “tertentu”.

22. Hampir dapat dipastikan AF keluar dari Penjara Australia karena adanya “deal khusus” ini. Siapa pihak tertentu yg “bebaskan” AF?

23. Analisa siapa pihak tertentu tsb nanti kita bahas. Kita analisa saja dulu misi dan “user” AF saat ini. Mudah dibaca & dicermati.

24. Dari modus dan track record AF, lalu dikaitkan dgn konstelasi politik RI saat ini, kita dapat tebak pihak mana yg “diuntungkan” oleh AF.

25. Misi AF sangat jelas : MENGHANCURKAN PKS melalui isu korupsi, amoral (wanita2 tak jelas itu sbg senjata) dan pembentukan persepsi publik.

26. Siapa yg paling diuntungkan dgn semua “prahara” yg disebabkan AF ? 1) Istana & PD 2) pihak2 yg terlibat korupsi Century 3) partai2 lain.

27. SBY & RING 1nya sdh lama sangat kesal dgn PKS. Meski PKS adalah mitra koalisi, tapi PKS tetap kritis thdp SBY & kasus2 korupsi istana.

28. PKS tercatat sbg inisiator pembongkaran korupsi Century & rencana pansus Mafia Pajak yg nyaris menjatuhkan kekuasaan SBY & Budiono.

29. Kemarahan SBY and his gank thdp PKS sebenarnya sdh diubun2. Tdk tertahankan. PKS selalu jadi ancaman bagi SBY-Budiono -PD - sekutu2nya.

30. Namun, bukan SBY namanya jika tdk tahu cara menjatuhkan atau menghancurkan PKS secara elegan. Beliau ahli strategi. Jenius dlm siasat.

31. Meski PKS sdh menjelma jadi anak nakal di mata SBY, “hukuman” thdp PKS yg kelihatan di mata publik selalu “terarah & terukur”.

31. Meski nyaris kalah dlm voting usulan Pansus Mafia Pajak, SBY hanya menghukum ringan PKS dgn mencopot 1 menteri PKS saja. Kamuflase.

33. Disisi lain, SBY diam2 bangun “deal2 khusus” dgn Gerindra yg sdh berkhianat di voting Pansus Mafia Pajak DPR dgn menyebrang ke kubu SBY.

34. Banyak pihak yg heran ketika SBY “tidak berikan kompensasi” apapun atas jasa pengkhianatan Gerindra pada voting Pansus Mafia Pajak tsb.

35. Bagi kami hal itu hny memperjelas posisi Gerindra sbg “partai oposisi seolah2” yg pny ruang gerak yg bebas menyelusup ke “musuh2 SBY”

36. Kembali ke AF. Ketika PKS lengah thdp ancaman yg mengintai, disanalah AF sbg “NOC” alias “agen tidur” dibangunkan utk misi khusus.

37. Mari kita lihat rangkaian skenario yg dijalankan. LHI dijemput paksa saat SBY “kebetulan” berada di pesawat otw ke Timur Tengah.

38. Sangat kentara/vulgar/kasat mata, upaya penjemputan paksa dan penahanan LHI itu oleh KPK. HARUS MALAM ITU JUGA. Pdhl LHI tdk kena OTT (operasi tangkap tangan).

39. Kenapa treatment atau perlakuan KPK thdp LHI itu berbeda dgn TSK2 korupsi lain yg tdk terkena OTT? Knpa harus ditahan malam itu juga?

40. Kami dulu sdh pernah membahas tuntas motif dan tujuan KPK tsb. Intinya : agar PKS tidak bisa tekan/lobi SBY utk selamatkan LHI!

41. SBY punya alibi. Dia sdg di pesawat. Tak bisa terima telpon dari Ketua DS PKS yg selama ini hotline dgn SBY.

42. Ketika LHI sdh TSK dan sdh meringkuk di tahanan KPK, meski ditekan habis oleh Ustd Hilmi, SBY bisa mengelak dgn katakan : TDK BISA LAGI.

43. Keanehan berikutnya adalah : OTT KPK pada AF TIDAK DIKETAHUI oleh Abraham Samad selaku ketua KPK. Ini operasi Bambang Widjojanto (BW) sendiri. Why? Kok?

44. SBY dan BW punya “kepentingan atau benang merah” yg sama jika dihadapkan dgn isu korupsi Century. Mereka berdua TDK MAU kasus ini TUNTAS.

45. Disisi lain, pimpinan KPK yg paling ngotot mau tuntaskan kasus korupsi Century via jalur hukum adalah Abraham Samad.

46. Plus, Samad dikenal dekat dgn PKS via senior dan mentornya yg tokoh PKS : Tamsil Linrung. ketua KPK ini jg sebelumnya dikenal “Pro PKS”

47. Untuk memastikan operasi penghancuran PKS (dan juga partai2 lain) via tangan KPK, Samad harus dilumpuhkan secara total. Dia penghalang.

48. Entah krna “kebodohan” atau jebakan2 yg dibuat khusus utk Samad memang sangat canggih. Samad pun akhirnya tumbang. Skrg jd “ayam sayur”

49. Bagi SBY dan PD, tidak ada jalan lain utk selamatkan PD dan masa depannya kecuali dgn menghancurkan partai2 lain sehancur2nya, via KPK.

50. Perntanyaannya? Dari mana atau siapa yg mengoper AF yg “asset” pihak/negara tertentu tsb agar bisa dimanfaatkan istana?

51. Kisah AF ini msh panjang. Targetnya hancurkan PKS jg blm maksimal. Nanti kita buka, sejelas2nya. Skrg sdh mau magrib, sekian. MERDEKA!

----------------------

Keanehan Dalam Pemberian Suap AF-LHI

tweets @DangTuangku
21 Februari 2013

Pengakuan Elda (bos Indoguna) ke KPK. Elda kenalkan AF ke Indoguna. Elda kenal AF yg mengaku dekat dgn LHI pada September 2012.

Pengakuan Elda: Oktober 2012 ia bertemu AF di acara konfrensi yg membahas langkanya daging di Bali. Usai itu ia kenalkan AF dgn Indoguna.

Dari pengakuan Elda terlihat bahwa jarak waktu indoguna kenal AF dgn OTT (ops tangkap tangan) KPK hanya kurang dari 4 bulan.

Setelah kenal indoguna, tampaknya diminta bantuan AF agar dapat menaikkan kuota impor yg terus turun karena kebijakan swasembada mentan.

Perilaku AF sebagai makelar inilah yg kemudian diikuti KPK sampai OTT terjadi.

Perjalanan AF mencoba membantu indoguna, membuat AF berkali2 mencoba meminta bantuan LHI agar melunakkan sikap mentan suswono.

LHI yg satu sisi diamanatkan orangtua almarhum AF menjaga AF tampaknya kurang tegas menolak permintaan AF. atau AF ngotot krn sudah disiram indoguna.

Pertemuan medan januari 2013 adl upaya AF memperkenalkan indoguna dan elda ke LHI dan Mentan. Namun permintaan naik kuota ditolak.

Inilah yg aneh, kok setelah permintaan naik kuota ditolak, AF diberi uang oleh Indoguna (IU) agar diberikan ke LHI agar bisa diciduk KPK.

Namun bila diperhatikan pengembangan yg dilakukan KPK, keanehan itu terjwb. LHI-AF hanya sasaran antara. Menteri Pertanian lah sasaran utama.

Menteri pertanian sudah ditarget utk jadi tersangka kasus korupsi. Pertanyaannya, bolehkan penegakan hukum dilakukan utk target individu.

Tentu saja tidak boleh. Penegakan hukum yg menargetkan mentan menjadi tersangka adalah kezaliman.

Itu sebabnya penegak hukum harus bisa objektif dlm melihat sebuah pengaduan terhadap mentan dari mafia impor yg kecewa.

Kita mendukung pemberantasan korupsi dimana saja. Namun jgn pemberantasan korupsi justru menjadi perbuatan korupsi itu sendiri krn sponsor.

Oleh karena itu, marilah menjaga KPK dari upaya penunggangan utk kepentingan finansial (importir) dan politisi (jelang pemilu 2014).

Bila KPK tak bisa kita jaga dari hal tadi, maka negeri ini sungguh malang sekali nasibnya.

Pasalnya KPK lah harapan untuk pemberantasan korupsi. Tapi justru kini terancam jadi sumber korupsi karena kita gagal menjaganya.

Dorong lah KPK berani jujur dan objektif dlm memberantas korupsi dan tidak terjebab dlm intrik demi finansial dan politik.

Seperti slogan mereka kepada rakyat; Berani Jujur, Hebat. Maka kita buat pula slogan; KPK Jujur, Bangsa Hebat.

Pemberantasan korupsi tidak boleh ditunggangi untuk kepentingan finansial dan politik individu atau kelompok.

Kasus LHI dan Mentan, jika tidak hati-hati maka akan membuat KPK dilihat rakyat berada dlm posisi sebagai lembaga yg sudah ditunggangi.

Kasus LHI Di KPK

Mudahnya Untuk Mengetahui Kasus LHI Di KPK

1. Sebenarnya tak susah untuk tahu janggalnya kasus LHI yang diusut KPK.

2. Pertama KPK persangkakan LHI terima suap. Pasal 5, 11 dan 12 UU Tipikor.

3. Bukti yang digadang2kan KPK lewat bocoran ke media adalah ada rekaman sadapan.

4. Ternyata belakangan rekaman itu tidak ada seperti pengakuan KPK sendiri.

5. Pertemuan Medan yang disebut2 utk suap kuota impor. Ternyata juga pepesan kosong.

6. Di sana bukan soal suap tapi adu data antara mentan dengan asosiasi importir.

7. Mentan bilang persediaan daging cukup dan kuota tak perlu naik. Asosiasi minta kuota naik.

8. Mentan menolak permintaan menaikkan kuota. Fakta data, kuota turun.

9. Awalnya KPK menggambarkan lewat bocoran ke media, pertemuan Medan begitu hebat.

10. Bocoran itu menciptakan interprestasi seakan dihadiri LHI-Mentan dan Indoguna sekaligus.

11. Fakta yang terungkap ternyata beda. LHI-Mentan-Indoguna tak ketemu bersamaan dlm satu pertemuan.

12. Inilah kasus suap pertama yang membuat KPK buntu, padahal katanya tangkap tangan.

13. Penyebab buntunya karena LHI tak tertangkap tangan. Uang AF tak pernah sampai ke LHI.

14. Ini yang kami sebutkan perbedaan penampilan KPK dlm kasus LHI dengan kasus suap lain.

15. Dalam kasus LHI yang tertangkap tangan adalah AF, makelar yang diasumsikan suruhannya LHI.

16. Kami dr awal amat yakin KPK tak punya sadapan percakapan LHI-AF soal suap.

17. Walau KPK lewat media yang digalang Johan Budi, membuat kesan bahwa rekaman itu ada.

18. Mengapa kami dari awal tak yakin. Sebab jika memang ada rekaman itu, KPK pasti menunggu uang suap mengalir dulu ke LHI.

19. Setelah itu baru tangkap tangan. Dan pembuktian gampang. Tidak perlu ruwet begini. Ada apa sebenarnya dibalik kasus LHI?

20. Faktanya tidak. AF terpaksa diciduk krn ada tanda2 uang itu memang bukan untuk LHI. Sekali lagi ada apa sebenarnya dibalik kasus LHI?

21. Kami sudah tuitersangkaan banyak kasus suap lain yang ditangkap oleh KPK.

22. Bagaimana KPK bisa menunggu berhari2 hingga uang suap akhirnya diterima penyelenggara negara.

23. Kasus James Gunarjo-Tommy Hindratno, suap PT. Bhakti Investama pada pegawai pajak misalnya. Uang sudah dibawa kurir selama tiga hari.

24. KPK sabar menunggu sampai mengalir dari kurir ke Tommy. Mengapa? KPK sangat yakin bakal mengalir ke Tommy karena ada sadapan.

25. Sedangkan AF yang diasumsikan KPK sebagai kurir LHI, justru tidak ditunggu KPK sampai AF bawa uang ke LHI. Mengapa?

26. Karena KPK tak yakin uang bakal sampai ke LHI. Sebab tak ada sadapan sebagai penuntun. Sumber kami di KPK juga membenarkan soal ini.

27. Bingung buktikan LHI terima suap, KPK pake jurus kedua. Jurus klasik polisi dan jaksa. Ingat, petugas KPK berasal dari kepolisian dan kejaksaan juga.

28. Rusak karakter LHI dengan tersangka pencucian uang. Bikin sebanyak2nya pasal tuduhan. Toh masyarakat juga banyak tak mengerti.

29. Kami berdiskusi dengan banyak pakar dan penegak hukum senior. Bagaimana bisa LHI menjadi tersangka pencucian uang?

30. Apa pidana pokoknya sehingga dituduh melakukan tindak pidana pencucian uang?

31. Pidana pokok yang mungkin, ya suap tadi. Bukti suap tak ditemukan, malah pindah sangkaan pencucian uang.

32. Lihat pasal cucian uang: menerima uang yang diduga diketahui hasil tindak pidana.

33. Konstruksinya, LHI menerima uang yang diduga diketahui oleh LHI sebagai hasil tindak pidana.

34. Tindak pidana apa? Ya tindak pidana suap yang tak bisa dibuktikan tadi.

35. Lho bagaimana membuktikannya? Apa pakai sulap?

36. KPK bila ditanya soal ini menjawab nanti dibuktikan di pengadilan. Sebuah jawaban yang klasik.

37. Kami menduga, penetapan tersangka pencucian uang adalah strategi KPK mengulur waktu kasus LHI. Istilah lainnya seperti digoreng-goreng lah.

38. Sambil meluncurkan duluan kasus Arya-Juard Effendi pengusaha yang menyuap AF uang 1milyar ke penuntutan dan terus ke pengadilan.

39. Sebab waktu sudah mepet. Tersangka ditahan dan ada batas waktu kewenangan penyidik menahan.

40. Jadi perkara Juard-Arya, pemberi uang ke AF, diadili dulu di pengadilan tipikor.

41. Goreng2an kasus LHI ala KPK di penyidikan ini akan dijadikan alat tekan berupa opini kepada hakim yang memeriksa kasus Arya-Juard.

42. Agar perkara Juard-Arya yang diperiksa hakim di pengadilan terpaksa dinyatakan terbukti.

43. KPK menurut kami tak peduli lamanya Arya-Juard dihukum, yang penting terbukti.

44. Bila Arya-Juard terbukti menyuap LHI maka LHI otomatis di pengadilan nantinya terpaksa terbukti juga.

45. Untuk bisa memahami tuits kami ini soal strategi KPK. Lihatlah kasus anggodo.

46. Buang dulu prasangka ke Anggodo seperti gambaran pers. Anggodo dituduh menyuap. Kita bicara hukum saja.

47. Mari kita merenung. Siapa yang disuap Anggodo sebenarnya? Bibit-Chandra atau Ari Muladi.

48. Bibit-Chandra tidak. Faktanya. Keduanya tak diadili. Ari Muladi. Siapa Ari?

49. Pejabat negara? Bukan. Swasta. Persis seperti AF, bukan pejabat negara.

50. Tapi tekanan opini yang digalang Johan Budi membuat Anggodo jadi musuh bersama.

51. Ada tak ada yang disuapnya, pokoknya harus terbukti suap, karena duit kakaknya (Anggoro) sudah keluar.

52. Oh ya, sekedar mengingatkan, duit suap itu milik Anggoro, kakak Anggodo.

53. Faktanya hakim menyatakan Anggodo terbukti menyuap. Siapa yang disuapnya? Hantu?

54. Balik ke kasus LHI. Perkara Arya-Juard akan juga dipaksakan terbukti menyuap LHI.

55. Kami diskusi dengan para penegak hukum senior. Mereka punya kesimpulan sama.

56. Banyak yang aneh dalam kasus LHI. Mereka juga bilang LHI dan kasus sprindik Anas Urbaningrum adalah pertaruhan besar KPK.

57. Bila LHI tak terbukti nantinya di pengadilan, KPK bisa kehilangan kredibilitas.

58. Sebab, kata mereka, bila ternyata KPK terbukti mengkriminalisasi LHI akan muncul arus balik besar ke KPK.

59. Ini sebabnya KPK akan mati2an membuktikan Arya-Juard. Main kotor bila perlu.

60. Sekian tuits ini, sambil kita tunggu perkara Arya-Juard. semoga cepat masuk pengadilan.

61. Agar kita tahu dan menguji dugaan kita dengan melihat kasusnya di pengadilan yang sudah terbuka.

Twitter @dangtuangku
http://chirpstory.com/li/64603

Siapa Ahmad Fathanah?

Dalam kasus suap daging sapi impor yang telah membawa Luthfi Hasan Ishaaq itu mencuat nama Ahmad Fathanah.
Lantas siapa dia? Bagaimana sepak terjangnya? Berikut lacakan yang ditemukan di twitter.com dibeberkan oleh akun @prajuritmama sebagai berikut:

1. Olong, pernah masuk penjara Bangkok, diesktradisi ke Australia, Barimah Darwin. http://www.abc.net.au/news/2008-08-29/ashmore-reef-people-smuggler-pleads-guilty/493570

2. Pada 1999 Olong tertangkap di Bangkok-Thailand oleh pihak Australia dengan dugaan mafia human trafficking.

3. Achmad Olong lalu ditahan lima tahun, dari ancaman 20 tahun. Kenapa? Karena dia mau kerjasama dengan federal Australia.

4. Setelah keluar dari penjara Darwin tahun 2004 dengan “persyaratan federal”, tahun itu pula langsung mendekati PKS, via Luthfi Hasan.

5. Achmad Olong disebut media The Age Australia sebagai the”number one people smuggler in Indonesia at the time”.

6. Baca soal rekam jejak Achmad Olong dalam penyelundupan manusia di The Age. http://news.theage.com.au/breaking-news-national/accused-people-smuggler-a-refugee-20100601-wuyx.html

7. Baca juga soal jejak Achmad Olong di The West Australian disini >> http://au.news.yahoo.com/thewest/a/-/breaking/7328350/iraqi-man-on-trial-for-people-smuggling/

8. Di berita ini, Olong disebut pernah ditahan di penjara Berrimah Darwin >>http://beritasore.com/2009/07/16/dubes-ri-di-australia-harapkan-keadilan/

9. Misi I menjebak Lutfi gagal, butuh bertahun2 Olong untuk mendekat ke Lutfi lagi.

10. Tahun 2009, ada celah Olong mendekati pejabat PKS, salah satunya lewat kementerian pertanian.

11. Australia sangat marah karena kuota sapi Impor dari negerinya dikurangi Indonesia. Australia stop Ekspor Sapi ke RI. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/225393-australia-stop-impor–sapi-bali-sensus-ulang

12. Indonesia memanfaatkan peternak lokal untuk mencukupi kebutuhan sapi nasional dan ternyata cukup.

13. Tahun 2011-2012 adalah tahun ketegangan Diplomasi Sapi RI-Australia. http://www.republika.co.id/berita/kolom/resonansi/12/07/13/m73fmm-diplomasi-sapi

14. Australia melihat bahwa hambatan perdagangan sapi disebabkan oleh menteri pertanian yang berasal dari PKS.

15. Akhirnya Australia pakai semua cara untuk buat perhitungan dengan PKS. Mulai dengan mengintimidasi Rumah potong Hewan. http://www.tempo.co/read/news/2013/02/15/090461473/Ini-Penyebab-Kelangkaan-Daging-Sapi-di-Jakarta

16. Dengan intimidasi Australia kepada rumah potong hewan, otomatis sapi lokal tidak bisa dipotong, sehingga daging sapi langka, padahal sapi lokal banyak.

17. Intimidasi Australia ini, membuat masyarakat resah karena harga daging tinggi, daging sangat langka dipasaran.

18. Rakyat otomatis menilai kerja dari menteri pertanian tidak becus, menteri pertanian dihujat.

19. Tidak berhenti sampai disitu, Australia ternyata mengirim Olong untuk menjebak LHI, Hilmi & PKS, setelah membujuk beberapa tahun.

20. Berita Presiden Islamic party di Indonesia yang tertangkap karena suap menjadi headline di beberapa media Australia. Olong sukses!

KPK "Pusing" dengan PKS

KPK "Pusing" dengan PKS

Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sudah terlanjur ditangkap dan dijadikan tersangka dalam dugaan kasus suap import sapi. Tapi bagaimana membuktikannya? Sepertinya ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan oleh KPK.

Kalau dituduh menerima suap? LHI belum dan tidak menerima uang suap dari Ahmad Fathanah yang katanya akan diberikan kepadanya. Bila dituduh ada bukti percakapan antara LHI dengan Menteri Pertanian, dimana pembicaraan itu diduga bisa mempengaruhi Menteri Pertanian ternyata dibantah sendiri oleh ketua KPK Abraham Samad.

Soal isi pertemuan Medan, yang diduga awalnya sebagai kesepakatan soal suap import sapi ternyata isinya hanya adu data tentang ketersediaan sapi di dalam negeri. Jadi apa ya alasan untuk membenarkan LHI dijadikan tersangka dan dipenjara?

Kalau kaitannya dengan kewenangan, disangka mempengaruhi Mentan karena kewenangannya. LHI bukan anggota DPR yang membidangi pertanian jadi tidak bisa dianggap menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan. LHI berada di komisi I mengurusi pertahanan, intelijen, luar negeri dan komunikasi-informatika bukan pertanian dan perdagangan.

Kalau disangka adanya dugaan kerugian negara, bukankah Mentan sudah menyatakan bahwa tidak ada perubahan kuota import sapi. Keputusan import sapi pun harus berkoordinasi dengan lintas departemen dimana Menko Ekonomi yang mengambil keputusannya.

Oleh karena itu, tiba-tiba saja Taufik Ridha, Sekjen PKS, dipanggil ke KPK hanya untuk meminta penjelasan tentang AD/ART PKS. Baru kali ini, terdengar KPK mememinta AD/ART sebuah lembaga bukan negara atau bukan milik negara dalam penyelidikan kasus-kasus korupsi.

Lalu, apa hubungannya AD/ART sebuah lembaga non negara dan bukan milik negara dengan KPK? padahal AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi itu sendiri?

Bila PKS ini merupakan lembaga Negara atau milik Negara semisal PLN atau Pertamina maka wajar saja bila KPK meminta penjelasan tentang AD/ART sebuah organisasi karena yang dicari oleh KPK adalah kerugian Negara atau perbuatan melawan hukum yang ditetapkan oleh Negara.

Namun PKS adalah parpol yg merupakan lembaga non negara dan bukan milik negara, sehingga AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi, maka yang menghukum anggota dari sebuah organisasi adalah badan atau lembaga yang dibentuk oleh organisasi tersebut.

Bila LHI salah secara organisasi (partai), bukankah LHI sudah secara sukarela mengundurkan diri dari Presiden PKS dan sudah digantikan oleh Presiden yang baru?

Memang unik perjalanan kasus dugaan suap import sapi ini.