Siapa Super Johan di KPK?

Johan Budi Sapto Prabowo, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat yang juga Juru Bicara KPK.

Johan Budi ini bukan sarjana hukum. Dia sarjana teknik yang kemudian lulus magister hukum. Bisa dipahami kalau JB kurang pahami dasar2 hukum.

Kesan powerful Johan Budi ini terutama timbul sejak Samad jadi Ketua KPK. Dia sering bantah ucapan Samad. Terakhir tentang rencana "kudeta".

Sebelumnya, Johan Budi juga "anulir" pernyataan Samad yang sebutkan Siti C Fajriah, deputi Gub BI sudah ditetapkan sebagai TSK Century.

Beberapa pernyataan Samad Ketua KPK, dengan mudah dibantah/dipatahkan Johan Budi. Lalu, statement Johan Budi lah yang dirujuk sebagai sikap resmi KPK.

Apa artinya ini ? Samad yang "bodoh & salah" membuat statement atau Johan Budi yang lebih berkuasa di KPK dibandingkan ketua KPK sendiri?

Mengenai "kebodohan" Samad Si Ketua KPK baik dari penilaian objektif dari luar atau pun dari dalam.

Namun ada 1 hal yang selama ini kurang diperhatikan terkait "kebodohan" Samad ini : Dia suka dipancing atau didesak untuk buat statement.

Pancingan atau bujukan atau desakan agar Samad buat statement bukan yang berasal dari luar KPK : pers dll.

Melainkan statement Samad yang lahir ke depan publik yang berasal dari desakan, saran, pancingan, umpan yang datang dari internal KPK.

Di awal2 Samad terpilih sebagai Ketua KPK, Samad suka konsultasi karena Samad itu meski gelarnya DR tapi penguasaan hukum pidananya lemah. Dijawab teman KPK : sama Zul dan Bambang Widjojanto (BW).

Meski begitu, Samad lebih banyak belajar dengan Zulkarnain ketimbang Bambang W. Karena Zul memang ahlinya.

BW sendiri meski latar belakangnya adalah Lawyer tapi penguasaan hukum pidananya untuk hal tertentu pasti jauh dibawah para jaksa.

Lawyer kawakan sekalipun, pasti tidak paham sepenuhnya aspek2 penyelidikan, penyidikan dan penuntutan yang memang tugas polisi/jaksa sehari2.

Kembali ke Johan Budi, kenapa dia berani "kurang ajar" atau melawan dengan mementahkan statement2 Samad yang ketua KPK itu?

Kalau menurut Fahri Hamzah yang mantan anggota DPR komisi III itu, Johan Budi punya pengaruh atau link yang kuat langsung ke kekuatan inti KPK.

Johan Budi membuat statement yang mentahkan Samad karena diperintah oleh pimpinan KPK yang lain.

Artinya, Johan Budi tidak tiba2 seketika lgsg patahkan Samad. Tapi dia disuruh oleh pimpinan KPK yang lain. Siapa? 4 pimpinan KPK atau diantaranya.

Lalu apakah Johan Budi sungkan atau ewuh pakewuh dengan tindakannya melawan Samad Ketua KPK itu? Tidak juga. Samad biasanya langsung bungkam.

Menurut sumber internal KPK, jika terkait dengan progres kasus Century yang disampaikan Samad ke publik, Johan Budi bantahnya karena disuruh BW.

Untuk kasus Century, BW memang punya kepentingan pribadi yang besar agar kasus ini dipetieskan saja. Jangan melebar dan jangan dituntaskan.

Kepentingan BW adalah terkait dengan kepentingan pribadinya sendiri bukan kepentingan KPK atau penegakan hukum.

Bambang Widjajanto sebagai eks lawyer LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) yang adalah pihak penyuntik dana bail out Century, punya konflik interest.

Sebagai eks Lawyer LPS, BW jelas benturan kepentingannya (conflict of interest) dengan kasus korupsi Century yang ditangani KPK.

Apalagi dalam LHP BPK tentang Century jelas menyebutkan adanya sejumlah pelanggaran yang dilakukan LPS dalam proses bail out Century itu.

Itu artinya, sangat patut diduga, ada potensi keterlibatan Bambang Widjajanto dalam proses bail out yang lalu menjelma menjadi kasus korupsi.

Tidak heran jika BW sangat ngotot agar kasus korupsi century ini tidak perlu dituntaskan secara hukum oleh KPK. Lebih suka lemparkan ke DPR saja.

Disamping itu, Bambang Widjajanto selaku Wakil Ketua KPK Bid Penindakan, diduga keras sudah menjadi "sandera" istana. Jadi boneka Istana.

Kenapa bisa? Bukankah Bambang Widjajanto dapat terpilih jadi Pimpinan KPK karena jasa besar Fraksi Golkar yang all out mendukungnya?

Awalnya memang begitu. Bambang Widjajanto dikenal sebagai "orang Golkar". Tapi perkembangan terakhir, BW malah khianati Golkar. Lompat ke Istana.

Kenapa Bambang Widjajanto menyebrang ke kubu Istana dan khianati Golkar? Karena BW punya kasus pidana yang bisa seret dirinya ke penjara.

Sudah lama banyak info beredar tentang dugaan kejahatan Bambang Widjajanto dalam beberapa sengketa Pilkada dimana BW dituduh rekayasa saksi2.

BW dituduh rekayasa saksi2 palsu untuk bersaksi di beberapa pengadilan sengketa pilkada. Bukti2 kejahatan BW ternyata sudah dimiliki oleh Istana.

Dengan bukti2 yang kuat yang dimiliki Istana tsb, BW akhirnya tidak bisa berkutik melawan kehendak Istana. Jadi kebo yang dicucok hidungnya.

Penghalang2an penuntasan kasus century pun dilakukan oleh BW. Karena khawatir dirinya terseret dalam kasus itu dan juga karena diperintah Istana.

Johan Budi lain lagi kepentingannya terhadap Century ini. Dia selalu kesankan Century tidak akan dituntaskan karena hub emosional dia dengan TEMPO.

Kita tahu bagaimana elit2 TEMPO punya kepentingan melindungi Century untuk menyelamatkan tokoh2 yang dekat kelompok mereka : Budiono, Sri Mulyani, dll.

Agenda busuk TEMPO menghambat penyelesaian kasus Cenutury juga menjadi agenda Johan Budi sebagai "antek" mereka di KPK.

Disamping Bambang Widjajanto &Novel Baswedan yang sering bocorkan info rahasia KPK kepada TEMPO, Johan Budi juga diduga sama perilakunya.

Sebab itu, banyak informasi penyidikan yang notabene bersifat rahasia diperoleh TEMPO akibat "jasa baik" oknum KPK : Johan, Bambang, Novel cs.

Kembali ke Johan Budi. Belakangan ini Johan Budi gencar dituduh sejumlah pihak ada "bermain mata" dengan Bupati Bogor Rahmat Yasin.

Apa sebabnya? Johan Budi dituduh terima suap dari Rahmat Yasin, baik secara langsung ataupun tidak, demi amankan kasus Sang Bupati.

Berdasarkan LHP BPK Hambalang, jelas disebutkan pihak2 yang diduga keras sebagai pelaku utama korupsi Hambalang. Tercatat 25 orang pejabat.

Untuk reminder > ini Daftar Nama Koruptor Hambalang sesuai LHP BPK koruptorhambalang . Bupati Bogor Rahmat Yasin termasuk.

Rahmat sendiri pun sudah diperiksa KPK 13/12/12 untuk dugaan korupsinya terutama motif penerbitan rekomendasi lahan Hambalang tanpa Amdal.

Pada penerbitan rekomendasi dan IMB Hambalang itu, Rahmat Yasin diduga terima uang suap 5 Milyar dari Kemenpora. Rahmat terancam kena TSK.

Anehnya, Bupati Bogor itu tidak juga ditetapkan KPK sebagai TSK. Malah dia di TSK kan untuk kasus lain, yaitu pelanggaran Pilkada Jabar. Lucu?

Apakah penetapan TSK Bupati Bogor dalam kasus pelanggaran aturan Pilkada Gub Jabar itu ujug2 terjadi? Adakah hubungannya dengan kasus Hambalang?

Diduga keras, penetapan status TSK kepada Bupati Bogor dalam kasus pelanggaran Pilkada itu ada hubungannya dengan kasus korupsi Hambalang !

Ada kesaksian Bupati Bogor (asal uang suap & pelaku suapnya) yang membahayakan pihak tertentu. Siapakah?

Lalu apa hubungannya dengan Johan Budi? Nah disini menariknya. Ada fakta Johan hadir dalam "diskusi tentang korupsi" di Bogor.

Diskusi yang diselenggarakan para wartawan di lingkungan kabupaten Bogor itu diadakan pada tgl 7 Feb 2013 yang lalu. Hanya diskusi tingkat kabupaten.

Diskusi kecil2an bertopik " Korupsi di mata Pejabat" itu diadakan di Ruang Serba Guna Kompleks Kantor Bupati Bogor. Johan Budi HADIR.

Johan Budi berdalih dia mau repot2 hadir sebagai pembicara dalam diskusi menyambut Hari Pers Nasional itu karena diundang panitia.

Dalam daftar pembicara ada nama Bupati Bogor, Ketua PN Bogor dan Jubir KPK, Johan Budi. Johan ditanya tentang kode etik yang dilanggarnya itu.

Johan Budi berkelit dengan bantah bahwa tidak ada Rahmat Yasin datang ke "diskusi" tersebut. Bupati memang tidak hadir, diwakili inspektur daerah.

Ketua PN Bogor juga tidak hadir, diwakili salah satu hakim PN setempat. Lalu kenapa Johan Budi ngotot mau hadir dalam diskusi "ecek2" itu?

Motif Johan Budi ngotot mau hadir di acara diskusi yang dijadwalkan Bupati Bogor sebagai salah satu pembicaranya, PATUT DICURIGAI !

Johan Budi tahu persis potensi pelanggaran etika yang dilakukannya, terlepas Bupati Bogor (terperiksa / calon TSK KPK) jd hadir atau tidak.

Bau busuk Johan Budi ini makin terkuak ketika ada informasi bahwa dia bertemu Bupati Bogor di Pendopo Bupati selepas acara diskusi itu.

Johan bantah dia bertemu Bupati calon TSK KPK itu, tetapi banyak saksi yang sebutkan sebaliknya, termasuk ajudan Bupati Kiki Erlangga!

Pimpinan KPK harus menyelidiki motif dan agenda Johan Budi bertemu dengan Bupati Bogor. Apakah dia terima suap saat pertemuan?

Johan Budi bisa saja terima suap dari Bupati Bogor agar dia dengan aksesnya di internal KPK bisa petieskan kasus korupsi Rahmat Yasin cs

Dugaan pelanggaran etika oleh Johan Budi ini bukan yang pertama. Sudah berkali2. Dulu dia pernah temui Nazar untuk barter kasus dengan jabatan.

Pertemuan Johan (dan Dep Penindakan KPK saat itu, Ade Raharja) dengan Nazar itulah yang haruskan Johan mundur dari seleksi Capim KPK dulu.

Juni 2012 Johan juga didesak mundur oleh komisi 3 DPR karena sifatnya yang arogan dan sering punya agenda pribadi di KPK. Tapi Samad lindungi dia.

Namun kini, Samad yang pernah menyelamatkan dia, malah dia khianati bersama dengan Bambang Widjajanto agar terjerumus dan dipecat sebagai Ketua KPK

Johan Budi memang bukan sekedar Johan Budi. Dia dijuluki Super Johan. Kenapa? Apakah dia bisa kendalikan KPK? Atau pnya peran ganda?

Banyak cerita miring tentang Johan Budi ini. Termasuk gaya hidupnya. Sudah saatnya pimpinan KPK usut dugaan suap atau praktek Mafia hukumnya.

Dengan memeriksa sepak terjang Johan Budi di dalam ataupun di luar KPK, termasuk dugaan suap dan praktek mafia hukum, pimp KPK bisa yakin

Sebaliknya, Rakyat juga hrs diyakinkan, tentang sosok Johan budi ini. Apa alasan sebenarnya kenapa dia bisa seenaknya melawan ketua KPK

Terakhir keluhan Samad tentang adanya upaya dari internal KPK untuk jatuhkan dirinya dari jabatan Ketua KPK, dengan enteng dicemooh oleh Johan!

Bayangkan, Johan Budi yang pjbt eselon II KPK saja berani melecehkan Ketua KPK dihadapan publik, seluruh rakyat Indonesia ! Ada apa ini ??

Siapa Johan Budi ini? Siapa bekingnya ? Untuk siapa bekerja? Apa agendanya? Separah apa KPK dirusaknya? Semua harus diselidiki pimp KPK!

Sesungguhnya musuh2 terbesar KPK itu bukan datang dari luar KPK, tapi dari internal KPK sendiri. Pejabat yang korup, mafia, khianat dst

Pembusukan KPK dari dalam sudah terjadi sjk awal KPK berdiri. Ingat kasus Ruki Ketua KPK yang bocorkan strategi KPK kpd seorg jend koleganya?

Jika KPK berani tegas, pasti ditemukan banyak Johan Budi - Johan Budi lain di KPK. Beranikah KPK jujur? Berani Jujur Itu HEBAT! MERDEKA...